Search
Close this search box.

Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur Dinilai Bukan Sekadar Human Error

Ilustrasi./visi.news/ai.

Bagikan :

VISI.NEWS | BEKASI – Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Riza Primadi menilai kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat tidak semata disebabkan oleh kelalaian individu (human error).

Riza menegaskan bahwa karakteristik kereta api jarak jauh yang memiliki bobot besar dan membutuhkan jarak pengereman panjang menjadi faktor penting dalam memahami kecelakaan ini.

“Jika nggak ngerem bisa lebih dari dua sampai tiga kereta KRL yang bakal diseruduk,” ujarnya.

Pernyataan ini mengindikasikan bahwa upaya pengereman telah dilakukan, sehingga penyebab tidak bisa disederhanakan sebagai kelalaian masinis.

Lebih jauh, ia menyoroti penggunaan jalur yang sama untuk dua jenis kereta dengan karakteristik berbeda, yaitu kereta api jarak jauh dan KRL. Perbedaan pola kecepatan dan pemberhentian dinilai meningkatkan risiko operasional.

“Pada prinsipnya secara operasional perjalanan KA dengan mencampur dua jenis KA yang berbeda (KAJJ dan KRL) sangat berpotensi terjadinya KKA,” ucapnya.

Dalam konteks ini, kecelakaan di Bekasi Timur mencerminkan potensi kegagalan sistem yang belum sepenuhnya mampu mengakomodasi kompleksitas lalu lintas kereta. Pengelolaan jalur yang padat dengan variasi kecepatan tinggi menjadi tantangan yang memerlukan solusi struktural.

Di sisi lain, pengamat transportasi Ki Darmaningtyas menawarkan perspektif teknologi sebagai bagian dari solusi. Ia menilai penerapan sistem berbasis GPS dapat meningkatkan keselamatan dengan memberikan informasi kondisi jalur secara real time kepada masinis.

“Kalau semua sarana PT KAI itu dilengkapi dengan GPS yang bisa mendeteksi satu atau dua kilo ke depan itu ada gangguan apa, itu bisa meminimalisir kecelakaan,” ujarnya.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa pencegahan kecelakaan tidak hanya bergantung pada manusia, tetapi juga pada integrasi teknologi dan sistem yang mendukung pengambilan keputusan di lapangan.

Baca Juga :  Hasil Imbang Atletico vs Arsenal Pengaruhi Peluang Final

Secara keseluruhan, insiden ini menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem operasional dan infrastruktur perkeretaapian. Fokus pada perbaikan sistem dinilai lebih relevan untuk mencegah kejadian serupa dibandingkan hanya menitikberatkan pada faktor individu. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :