Kejari Kabupaten Bandung Musnahkan Barang Bukti Perkara Tindak Pidum

Editor Kepala Kejari Kabupaten Bandung Paryono, S.H., saat meberikan keterangan kepada wartawan, Jumat (23/10/2020) sore. /visi.news/yusup supriatna
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kejakasaan Negeri Kabupaten Bandung, Jawa Barat melakukan pemusnahan barang bukti perkara tindak pidana umum periode Januari 2018 sampai dengan Desember 2019 yang digelar di halaman Kantor Kejari Kabupaten Bandung, Jumat (23/10/2020) sore.

Pantauan VISI.NEWS dilapangan, acara pemusnahan barang bukti ini turut juga dihadiri antara lain BNN Provinsi Jawa Barat, Polresta Bandung, Kodim 0624 Kabupaten Bandung. Pemusnahan barak bukti tersebut dilakukan secara bersama.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Bandung, Paryono S.H., mengatakan, pemusnahan ini dilakukan karena perkaranya sudah memiliki kekuatan hukum yang tetap.

“Pemusnahan berupa narkotika jenis ekstasi dan sabu kami lakukan dengan cara di blender. Kemudian untuk jenis tembakau gorilla serta ganja kami bakar. Sedangkan untuk jenis senjata api kami musnahkan dengan cara dipotong menjadi beberapa bagian kecil,” jelas Paryono, usai acara pemusnahan di lokasi.

Kepala Kejari Kabupaten Bandung Paryono, S.H., bersama BNN Provinsi Jawa Barat dan Polresta Bandung saat barang bukti yang akan dimusnahkan, Jumat (23/10/2020) sore./visi.news/yusup supriatna

Menurutnya, selain narkotika juga ada kasus pemalsuan barang jenis sandal gunung dengan merk Eiger sebanyak 235 pasang, juga uang dolar palsu pecahan 100 dolar sebanyak 130 lembar dolar palsu dengan berbagai nomor seri.

“Pemusnahan ini telah memiliki kekuatan hukum tetap, serta pengamanan dan mencegah penyalahgunaan barang bukti yang ada di kantor Kejari Kabupaten Bandung,” ucapnya.

Kata dia, saat ini sudah tidak ada lagi barang bukti yang telah inkracht yang belum dilakukan pemusnahan barang bukti sehingga menjadi zero resiko.

“Barang bukti yang dimusnahkan tersebut, berasal dari jumlah total 579 perkara,” pungkasnya.

Jenis dan jumlah perkara tindak pidana, pertama tindak pidana narkotika (UU Nomor 35 tahun 2009 sebanyak 192 perkara diantaranya jenis ganja, sabu-sabu, buprenorphine, extacy, tembakau sintesis (Gorila) dan puluhan unit ponsel berbagai merk.

Baca Juga :  Tingkatkan Kualitas, PBA UIN Bandung & PBA IAIN Cirebon Jalin Kerja Sama

Selanjutnya, tindak pidana Psikotropika (UU Nomor 5 tahun 1997) berjumlah 56 perkara. Untuk tindak pidana peredaran obat daftar G atau sediaaan farmasi (UU Nomor 36 tahun 2009) berjumlah 12 perkara.

Untuk tindak pidana kepemilikan senjata api (UU Nomor 13/Frt/1951) berjumlah 3 perkara. Tindak pidana kepemilikan senjata tajam (UU Nomor 13/Drt/1951) sebanyak 55 perkara.

Tindak pidana perjudian (pasal 303 KUHPidana) sebanyak 11 perkara. Sedangkan tindak pidana pemalsuan merk sebanyak 1 perkara. Untuk tindak pidana pemalsuan mata uang (pasal 245 KUHpidana) sebanyak 1 perkara dan tindak pidana pencemaran lingkungan hidup (UU Nomor 32 tahun 2009) berjumlah 3 perkara. Dimana total keseluruhan adalah 579 perkara.@yus

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Keterlaluan Kalau Kemenag Wajibkan Pedoman Khotbah Jumat untuk Khatib

Jum Okt 23 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kemenag berencana menyusun bahan khotbah Jumat yang bisa digunakan para pendakwah. Terkait rencana itu, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang mengatakan, pemerintah keterlaluan apabila khotbah Jumat yang disusun pemerintah menjadi materi wajib bagi para pendakwah. “Kalau dari segi pandangan komisi tentu kami akan berembuk dulu. Tapi […]