VISI.NEWS|BANDUNG -Rentetan hasil buruk Al Nassr pada awal 2026 memicu perdebatan soal arah dan masa depan tim. Di tengah tragedi tiga kekalahan beruntun, legenda klub Majed Abdullah menilai performa Cristiano Ronaldo tak lagi berada di level yang dibutuhkan untuk mengangkat tim sendirian.
Al Nassr kembali menelan kekalahan setelah takluk 1-3 dari rival utama Al Hilal dalam lanjutan Saudi Pro League, Selasa (13/1/2026) dini hari WIB. Hasil itu memperpanjang tren negatif setelah sebelumnya kalah 1-2 dari Al Qadsiyah dan 2-3 dari Al Ahli.
Serangkaian kekalahan tersebut membuat Al Nassr tergeser dari puncak klasemen. Tim asuhan Jorge Jesus kini mengoleksi 31 poin dan tertinggal tujuh angka dari Al Hilal yang memimpin dengan 38 poin.
Cristiano Ronaldo selalu turun sebagai starter dalam tiga laga awal Al Nassr di tahun 2026. Pemain berusia 40 tahun itu mencetak dua gol, salah satunya melalui titik penalti, namun gagal menghindarkan tim dari kekalahan.
Majed Abdullah menilai performa Al Nassr yang menurun tak bisa dilepaskan dari berkurangnya kontribusi Ronaldo serta absennya pemain kunci lain.
“Itu karena absennya Sadio Mane, yang membentuk duet berbahaya dengannya,” kata Majed Abdullah.
“Dalam pandangan saya, level Ronaldo sudah menurun.”
Menurut Abdullah, Al Nassr terlalu bergantung pada komposisi tertentu, dan ketidakhadiran pemain penting langsung berdampak pada performa tim secara keseluruhan.
“Al Nassr kalah dari Al Ahli dan Al Qadsiyah karena absennya pemain seperti Sadio Mane dan Mohamed Simakan,” ujarnya.
Sadio Mane memang belum bisa memperkuat Al Nassr sejak Desember 2025 karena membela Timnas Senegal di Piala Afrika. Kehilangannya membuat lini serang Al Nassr kehilangan keseimbangan dan variasi permainan.
Sebagai legenda terbesar Al Nassr dengan 189 gol dan 11 gelar juara bersama klub, Majed Abdullah menilai situasi saat ini menjadi sinyal bahwa Al Nassr harus mulai bersiap memasuki fase transisi.
Kekalahan demi kekalahan di awal tahun bukan hanya soal hasil, tetapi menjadi tragedi peringatan bagi Al Nassr bahwa ketergantungan pada satu figur besar tak lagi cukup untuk menjaga dominasi di Liga Arab Saudi.@fajar