Kekurangan Sepak Bola Indonesia Menurut Pelatih Persib

Editor Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts./vikingpersib.co.id/kris andieka.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts menyebut bahwa sepak bola Indonesia kurang memperhatikan pemain muda.

Karier kepelatihan Robert Rene Alberts di Indonesia bisa terbilang cukup lama. Robert pertama kali datang ke Indonesia padatahun 2009. Kala itu Robert dipercaya melatih klub Arema Malang. Sempat hijrah ke Malaysia, namun lagi-lagi pelatih asal Belanda ini memutuskan kembali ke Indonesia.

Klub seperti PSM pun pernah menggunakan jasa Robert sebelum akhirnya melatih Persib. Dengan catatan waktu tersebut, Robert pun mulai mengerti dengan sepak bola Indonesia.

Menurutnya banyak yang harus diperbaiki agar kualitas sepak bola Indonesia dapat meningkat. Salah satunya adalah mengenai pemain muda. Dalam hal ini, pria yang pernah melatih Sarawak FA tersebut menyoroti kenapa banyak klub Liga 1 yang jarang memainkan pemain mudanya.

Seperti yang diketahui, kebanyakan klub Indonesia lebih memilih memainkan pemain senior dan asing mereka daripada pemain mudanya.

“Dan ini masalah yang saya soroti dari banyak klub di Indonesia, terlalu banyak pemain yang usianya sudah di atas tim kelompok usia dan tidak punya kesempatan untuk bermain” kata Robert, melansir BolaSPort.com dari Tribun Jabar.

Sejatinya, Robert percaya bahwa Indonesa memiliki banyak talenta muda di sepak bola. Akan tetapi, kurangnya menit bermain membuat bakat teresebut tak terasah dan menguap begitu saja.

Lebih lanjut lagi, Robert pun berharap seharusnya Liga 2 dan 3 di Indonesia lebih difokuskan untuk mengembangkan pemain muda.

“Selain karena di sini juga tidak ada kelanjutan Liga untuk pemain muda,” ucap Robert.

“Sistemnya seharusnya pemain muda yang punya talenta tapi belum bermain di Liga kasta tertinggi mengembangkan dirinya di Liga 2 dan Liga 3, seperti bermain di tim satelit,” ujarnya.

Baca Juga :  Selama Kus Jalani Proses Hukum, Jabatan Kadispora Garut Dipegang Toni

Pasalnya dengan adanya kepastian menit bermain, pemain-pemain muda bisa melatih mentalnya. Selain itu, kepercayaan diri juga akan didapatkan jika setiap pekannya pemain bisa memiliki kesempatan bermain.

“Sehingga pemain tersebut bisa tampil setiap akhir pekan, dan dia bisa mulai memupuk kepercayaan diri, membangun kekuatan dan terbiasa dengan ritme bermain tiap pekannya,” tutupnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Serikat Guru Minta Nadiem Turun Tangan Atasi Kisruh PPDB

Ming Jun 28 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Federasi Serikat Guru Indonesia meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengawasi pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di daerah. Penyebabnya adalah soal kisruh pelaksanaan PPDB 2020, khususnya yang terjadi di DKI Jakarta. Pemprov DKI banyak dikritik karena menetapkan aturan usia yang membuat banyak anak usia muda tak bisa masuk […]