Kelangkaan Pupuk di Gurut, Bupati Minta APH Lakukan Pengusutan

Editor Bupati Garut, Rudy Gunawan./visi.news/zaahwan aries andhika
Silahkan bagikan

– Kualitas melon yang saya tanam jauh dari kata berkualitas, ukurannya kecil dan kalau manusia mah ‘stunting’.

VISI.NEWS – Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyatakan keprihatinannya atas kelangkaan pupuk yang terjadi di wilayahnya akhir-akhir ini. Ia meminta aparat penegak hukum (APH) melakukan pengusutan untuk mengungkap penyebab kelangkaan pupuk yang telah merepotkan para petani ini.

“Persoalan pupuk urusannya berada di pemerintah pusat. Pendistribusian pupuk langsung diatur pemerintah pusat
berdasarkan RDKK,” kata Rudy, Rabu (30/9).

Dikatakannya, belum lama ini dirinya sudah bertemu dengan Dirjen Pertanian. Namun hal itu ternyata juga belum bisa mengahsilkan solusi untuk menangani persoalan kelangkaan pupuk yang terjadi karena Pemkab Garut belum bisa menganggarkan untuk pemebelian pupuk langsung

Menurut Rudy, kelangkaan pupuk yang terjadi di Garut bukan hanya untuk pupuk bersubsidi, tetapi juga non-subsidi. Hal ini tentu saja sangat merepotkan para petani sehingga tak bisa dibiarkan terus terjadi.

Menyikapi permasalahan ini, Rudy meminta aparat penegak hukum (APH) untuk turun tangan. APH diharapkannya melakukan pengusutan untuk mengungkap apa penyebab terjadinya kelangkaan pupuk ini.

“Ada beberapa kemungkinan yang menyebabkan terjadinya kelangkaan pupuk, terutama yang bersubsidi. Bisa saja pupuk bersubsidi malah dibeli oleh perkebunan-perkebunan besar sehingga jatak untuk petani tak ada,” ujar Rudy.

Terjadinya kelangkaan pupuk, baik bersubsidi maupun nonsubsidi sebelumnya dikeluhkan sejumlah petani di sejumlah wilayah di Kabupaten Garut. Hal ini diakui mereka telah merepotkan dan merugikan mereka akibat terjadinya penurunan hasil panen.

Petani melon asal Kecamatan Peundeuy, Suhendi, menyebutkan kelangkaan pupuk di daerahnya sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Hal ini bukan hanya terjadi di wilayah Kecamatan Peundeuy, tetapi juga di wilayah lainnya di Kabupaten Garut.

Baca Juga :  Resmi, FIFA Bakal Hapus Kemenangan Malaysia Atas Timnas Indonesia

“Tak hanya di wilayah Kecamatan Peundeuy, saya juga sudah berusaha mencari pupuk ke kecamatan lainnya termasuk ke wikayah kota, tetapi tetap sulit didapatkan,” kata Suhendi.

Diungkapkan Suendi, selama ini dirinya selalu menggunakan pupuk nonsubsidi untuk tanaman melonnya. Petani melon seperti dirinya, memang tidak diperkenankan menggunakan pupuk bersubsidi.

Namun ternyata, kini pupuk nonsubsidi juga mengalami kelangkaan sehingga sangat merepotkan dirinya. Ia pun pada akhirnya terpaksa mengakalinya dengan cara mengurangi porsi pupuk untuk setiap tanamannya.

“Akibat kebutuhan pupuk tidak terpenuhi dengan normal, kualitas melon yang saya tanam jauh dari kata berkualitas, ukurannya kecil dan kalau manusia mah ‘stunting’ (kekurangan gizi, red.). Jika hal seperti ini terus terjadi, tentu akan sangat merugikan kami bahkan bisa-bisa para petani gulung tikar,” katanya.

Suhendi menuturkan, pupuk dasar yang biasa digunakan untuk tanaman melon adalah ZA, SP, dan KCL. Jenis-jenis pupuk tersebut kini sulit sekali didapatkan meskipun dirinya sudah berupaya mencari ke berbagai tempat.

Suhendi minta pemerintah segeta turun tangan dalam mengatasi masalah kelangkaan pupuk yang sudah sangat sering terjadi ini. Jika hal seperti ini terus-terusan terjadi, maka lama-lama petani tak akan mampu bertahan lagi. @zhr

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Tim Siber Polda Jabar akan Awasi Kampanye Daring di Pilkada

Rab Sep 30 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Polda Jawa Barat menurunkan tim siber untuk mengawasi pelaksanaan kampanye daring pasangan calon (paslon) pemilihan kepala daerah (pilkada) di wilayah Jawa Barat. Diketahui, sebanyak delapan daerah di Jabar akan melaksanakan pilkada serentak di masa pandemi Covid-19. Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Erdi Chaniago mengatakan, pihaknya […]