Keluar RS, Trump Lepas Masker saat Tiba di Gedung Putih

Editor Presiden Donald Trump melepaskan masker ketika tiba di Gedung Putih dari RS Walter Reed, Senin (5/10)./afp/nicholas kamm.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meninggalkan Pusat Medis Nasional Walter Reed pada Senin (5/10) sore setelah dirawat empat hari karena terinfeksi virus corona. Trump langsung melepas masker ketika memasuki balkon Blue Room di Gedung Putih.

Trump akan melanjutkan perawatan Covid-19 dari Gedung Putih.

Mengutip CNN, seperti dilansir CNN Indonesia, nantinya ia akan menempati ruang kerja sementara di dalam rumah eksekutif di lantai bawah tanah yang berdekatan dengan ruang medis Gedung Putih.

Ruang kerja sementaranya ini sekaligus berfungsi sebagai tempat isolasi Trump yang jauh dari sisi barat Gedung Putih.

Dalam cuitannya sebelum meninggalkan rumah sakit, Trump meminta warga AS
agar tidak takut dengan Covid-19.

“Jangan takut dengan Covid-19. Jangan barkan (penyakit) itu mendominasi hidup Anda,” tulisnya dalam unggahan di Twitter.

“Kami telah mengembangkan, di bawah Pemerintahan Trump, beberapa obat dan pengetahuan yang sangat hebat. Saya merasa lebih baik dari 20 tahun lalu!” kata Trump.

Dokter Gedung Putih Sean Conley mengatakan bahwa Trump belum sepenuhnya pulih dari perawatan Covid-19. Hal itu sekaligus menanggapi pernyataan Trump yang sebelumnya menyatakan dirinya bersiap meninggalkan rumah sakit.

“Meskipun dia mungkin belum sepenuhnya keluar, tim dan saya setuju bahwa semua evaluasi kami dan yang paling penting status klinisnya mendukung kepulangan Presiden yang aman di mana dia akan dikelilingi oleh perawatan medis kelas dunia 24/7,” kata Sean Conley kepada wartawan, dikutip dari AFP.

Trump menjalani perawatan di Rumah Sakit Walter Reed sejak Jumat lalu setelah dinyatakan positif Covid-19. Dia mengatakan tidak punya pilihan selain mengambil risiko terpapar Covid-19 dalam perannya sebagai pemimpin AS.

“Saya tidak punya pilihan, saya tidak ingin hanya tinggal di Gedung Putih,” lanjutnya.

Baca Juga :  Pemkab Bandung Raih TOP Digital Awards

“Saya harus berada di depan. Saya tidak bisa dikurung di kamar di lantai atas dan benar-benar aman. Sebagai pemimpin, Anda harus menghadapi masalah. Tidak pernah ada pemimpin hebat yang bisa melakukan itu,” ujar Trump.

Sean Conley mengatakan Trump menerima satu dosis obat eksperimen Covid-19 dari perusahaan Regeneron sesaat sebelum dibawa ke rumah sakit.

Sejauh ini sedikitnya 11 orang di lingkaran terdekat Trump terinfeksi virus corona. Belakangan, Sekretaris Pers Gedung Putih, Kayleigh McEnany menambah daftar sosok terdekat Trump yang dinyatakan positif Covid-19. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Lagi, Ekstremis Anti-Muslim Denmark Gelar Aksi Bakar Alquran

Sel Okt 6 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Kelompok anti-muslim Denmark, Partai Stram Kurs melakukan aksi membakar salinan Alquran di kota Fredericia yang sebagian besar dihuni oleh Muslim dan imigran Turki. Aktivis yang dipimpin oleh ketua partai, Rasmus Paludan semula hendak menggelar aksinya di taman di Fredericia pada Jumat (2/10) sore. Tapi kemudian mereka berkumpul […]