Kembali Dua Jenazah Ditemukan di Lokasi Longsor Cimanggung

Editor :
Pencarian korban longsor Cimanggung masih terus dilakukan. Kamis (14/1/2021) hari ini, ditemukan 3 korban sudah meninggal dunia./visi.news/budimantara.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Hingga Kamis (14/1/2021) sore, pencarian korban tertimbum longsor di Dusun Legokbojong, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupatèn Bandung, Jawa Barat, ditemukan lagi 2 korban sudah meningggal. Sebelumnya, Kamis pagi 1 jenazah ditemukan.

Dengan ditemukannya 3 jenazah tersebut jumlah korban yang ditemukan meninggal sudah 24 orang. Sementara 16 orang korban yang dinyatakan hilang kini dalam upaya pencarian.

Kasubbid Dokpol Bid. Dokes Polda Jabar, AKBP Maman Wiratman Apt pun ketika dihubungi membenarkan bahwa pada Kamis siang dua korban telah ditemukan.

“Ketiga korban yang ditemukan semuanya telah teridentivikasi,” kata Maman yang bertugas mengidentivikasi jenazah korban longsor di Puskesmas Sawahdadap, Cimanggung.

Tanggap darurat 21 hari

Sementara itu, Camat Cimanggung, Kabupatèn Sumedang Dik Dik Syehrizki mengatakan, tanggap darurat terkait bencana longsor di Dusun Legokbojong, Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, sudah ditepkan selama 21 hari.

“Sudah ditetapkan tanggap darurat bencana longsor di Dusun Legokbojong selama 21 sejak terjangan longsor Sabtu (9/1/2021) lalu,” kata Dik Dik ketika dikonfirmasi via telepon selulernya, Kamis (14/1/2021) pagi.

Ketika ditanya terkait batas waktu pencarian para korban yang saat ini masih terkubur tanah longsoran, Dik Dik mengatakan, batas waktu pencarian para korban yang diduga masih tetimbun belum ada informasi pasti.

“Batas waktu pencarian para korban itu wewenang dinas terkait seperti Basarnas,” ucapnya.

Dikatakan Dik Dik, hingga saat ini hari ke-6, tim SAR kembali melakukan pencarian di lokasi longsor.

“Hingga Kamis pagi info yang didapat baru 21 jenazah ditemukan. Tim SAR kini masih mencari 19 korban yang dinyatakan hilang,” ungkap Dik Dik.

Sementara itu, Kasubbid Dokpol Bid. Dokes Polda Jabar, AKBP Maman Wiratman Apt pun mengatakan batas waktu untuk mencari para korban hingga saat ini belum ada kabar pasti.

“Belum ada kabar pasti kapan batas waktu pencarian karena itu wewenang pihak terkait,” kata Maman yang hingga saat ini masih membuka posko bersama timnya di Puskesmas Sawahdadap untuk menangi korban yang ditemukan meninggal. @yas/bud

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

PSBB Diberlakukan, Pemkab Garut Tutup Operasional Objek Wisata

Kam Jan 14 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Selama diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Jawa Barat, menutup total objek wisata, terutama di Garsel (Garut Selatan). Hal itu dikatakan Life Guard Santolo, Dede Rustandi, di kantornya kepada VISI.NEWS, Rabu (13/1/2021). Disebutkannya, Pemkab Garut sudah memberlakukan penutupan sejak 13 Januari hingga 25 […]