Kemenag Harap Pembukaan Umrah Kurangi Jemaah Tertunda

Editor :
Terminal Haji Jedah siap menerima jemaah umrah asing beberapa waktu lalu dan sempat ditutup lagi. Kemenag harap pembukaan umrah kembali dapat kurangi jemaah tertunda ./ilustrasi/via ihram.co.id/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kementerian Agama (Kemenag) telah memberikan surat edaran agar Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) memprioritaskan memberangkatkan jemaah umrah yang tertunda.

Hal ini penting agar jemaah yang tertunda keberangkatannya jumlahnya terus berkurang.

“Sudah sebelumnya (Kemenag membuat surat edaran kepada PPIU agar pada pembukaan umrah ini diprioritaskan jemaah umrah yang tertunda),” kata Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Arfi Hatim saat dihubungi, Senin (4/1/2021).

Kemenag mengimbau PPIU memprioritaskan jemaah umrah yang tertunda daripada jemaah yang baru daftar.

“Insyaallah (jemaah yang tertunda berkurang jumlahnya dengan pembukaan umrah kali ini,” ujarnya.

Meski demikian, semua kembali kepada pihak masing-masing antara PPIU dan jemaah. Karena umrah di masa pandemi ini berbeda dengan umrah sebelum pandemi.

“Tapi kembali lagi kepada kesiapan PPIU dan keinginan jemaahnya dengan persyaratan yang cukup ketat,” katanya.

Arfi Hatim memastikan prosedur taat terhadap prtokol kesehatan, sama dengan awal-awal pembukaan umrah di masa pandemi.

Seperti diketahui, larangan perjalanan sementara sebelumnya diberlakukan mulai 21 Desember 2020. Hal itu, menyusul deteksi jenis baru Covid-19 yang bermutasi di sejumlah negara.

“Prokes sampai saat ini masih sama,” katanya.

Arfi tetap meminta semua pihak yang berkepentingan dengan umrah patuh prokes. Hal ini penting agar kesehatan jemaah terlindungi dari virus Covid-19.

“Kami mengimbau PPIU dan jemaah lebih disiplin dan ketat terhadap prokes,” katanya

Terpisah Konsul Haji KJRI Jeddah Endang Jumali mengatakan Kerajaan Arab Saudi memutuskan membuka kembali pintu masuk ke wilayahnya melalui jalur darat, laut, serta udara pada Ahad (3/11).

Larangan perjalanan sementara sebelumnya diberlakukan mulai 21 Desember 2020. Hal itu sebagai salah satu abentuk tindakan pencegahan Kerajaan, menyusul deteksi jenis baru Covid-19 yang bermutasi di sejumlah negara.

Endang menyebut saat ini sudah tidak ada jemaah umrah Indonesia yang berada di Saudi. Semua jemaah sudah dipulangkan ke Indonesia.

“Dengan dibukanya penerbangan internasional, prosedur untuk umrah masih sama dengan yang sebelumnya,” ujarnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Bupati Pangandaran: "Break Down" bagi Desa yang Kasus Covid-19-nya Tinggi

Sen Jan 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangandaran, Jawa Barat, akan memberlakukan “break down” bagi desa yang memiliki kasus Covid-19 hingga 10 orang ke atas. “Jadi ada pemberlakuan khusus. Penyemprotan disinfektan akan dilakukan di seluruh wilayah terutama di desa yang memiliki kasus Covid-19 tinggi,” kata Bupati Pangandara, H. Wiriadinata, kepada awak […]