Search
Close this search box.

Kemenag Sediakan Beasiswa Riset hingga Rp2 Miliar untuk Dosen PTK

Ilustrasi./visi.news/iStock.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) menyediakan beasiswa riset untuk dosen-dosen di perguruan tinggi keagamaan (PTK).

Program beasiswa yang bernama MoRA The Air Funds merupakan kerjasama antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Kepala Puspenma Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan beasiswa ini menyediakan anggaran mulai dari Rp 500 juta hingga Rp 2 miliar untuk pendanaan riset.

“Riset harus menjadi tradisi para dosen, karena bukan semata-mata kepentingan individu para dosen tetapi juga kepentingan pengembangan PTK dan Kementerian Agama,” kata Ruchman dikutip dari laman resmi Kemenag, Senin (27/10/2025).

Syarat daftar beasiswa riset program MoRA The Air Fund

Ruchman menjelaskan, program beasiswa ini terbagi dalam dua kategori yakni bidang sains dan teknologi dengan maksimal pendanaan Rp 2 miliar.

Dan bidang sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, serta kebijakan agama dan pendidikan dengan masing-masing pendanaan Rp 500 juta.

Adapun program riset untuk para dosen PTK ini diumumkan pada 13 Oktober 2025 dan sudah mulai submit proposal riset pada 23 Oktober sampai 7 November 2025 melalui aplikasi eRISPRO – LPDP.

Berikut syarat pendaftar beasiswa riset program MoRA The Air Fund:

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Berasal dari PTK atau Fakultas Agama Islam pada PTU dibawah binaan Kementerian Agama

3. Memiliki rekam jejak akademik baik

4. Memiliki kualifikasi akademik Doktor (S3) dengan jenjang kepangkatan paling rendah Lektor

5. Memiliki Sinta Score Overall minimal 100

6. Diutamakan berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam dan/atau luar negeri, yang masuk peringkat 500 dunia berdasarkan QS World University Rankings.

7. Periset Utama PTK atau FAI pada PTU maupun anggota hanya boleh mengusulkan satu proposal riset.

Baca Juga :  Empati Anak SD Papua: Tabungan Liburan Jadi Bantuan Banjir Sumatera

Selain program riset, Puspenma juga memiliki program layanan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) untuk membiayai studi lanjut program S1, S2 dan S3 baik Dalam dan Luar Negeri.

“Pembiayaan BIB dilakukan dengan skema pembiayaan dana abadi pendidikan yang dikelola oleh LPDP, karenanya para dosen, tendik, mahasiswa dan alumni bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujarnya.

Pendaftaran beasiswa BIB 2025 sudah resmi ditutup, namun jika berminat mendaftar tahun depan, berikut persyaratan yang harus dipenuhi:

Syarat daftar Beasiswa Indonesia

Berikut syarat untuk daftar Beasiswa Indonesia Bangkit:

1. Berusia maksimal 40 tahun untuk pelamar S2 dan 45 tahun untuk pelamar S3

2. Mempunyai ijazah atau surat keterangan lulus

3. Bagian dari keluarga besar Kementerian Agama RI.

4. Memiliki kemampuan bahasa Inggris dibuktikan sertifikat TOEFL atau bahasa Arab TOAFL

5. Melengkapi persyaratan administrasi lainnya

Cara daftar Beasiswa Indonesia Bangkit

1. Membuat akun peserta di laman https://beasiswa.kemenag.go.id.

2. Melengkapi profil dengan data identitas, pendidikan, prestasi, sertifikat, organisasi, dan lainnya.

3. Memilih program beasiswa yang tersedia.

4. Submit pendaftaran dan cetak kartu peserta.

5. Pengumuman akan diinformasikan lewat dasbor pendaftar.

Demikian informasi mengenai beasiswa riset Kemenag 2025 yang bisa kamu manfaatkan. @desi

Baca Berita Menarik Lainnya :