Kemenag Targetkan Penetapan Biaya Perjalanan Ibadah Haji Selesai Rabu (13/4) Besok

Editor Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama, Hilman Latief./via kemenag.go.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (Dirjen PHU) Kementerian Agama (Kemenag) Hilman Latief menargetkan penetapan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) ditetapkan dua hari ke depan, atau Rabu, 13 April 2022.

Hal ini disampaikan Hilman usai mengikuti Rapat Panitia Kerja Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (Panja Bipih) di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/4/2022.

“Kita akan tetapkan mudah-mudahan dalam dua hari ke depan untuk keseluruhan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH), khususnya untuk BIPIH yang akan dibayarkan oleh jemaah,” ungkap Hilman.

Hilman menyampaikan, saat ini Kemenag bersama Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) serta Komisi VIII DPR yang tergabung dalam Panja BPIH sedang menghitung kembali komponen BPIH.

Ia menambahkan, untuk menetapkan besaran BPIH, Kemenag masih membutuhkan data-data yang lebih pasti, salah satunya jumlah hari jemaah menetap di Arab Saudi.

“Beda dengan dulu yang totalnya 42 hari. Nah, sekarang berapa hari, karena kemungkinan akan separuhnya,” ujar Hilman.

“Maka ada kemungkinan komponen biayanya menurun, kita menunggu yang seperti itu. Mudah-mudahan infonya segera muncul,” imbuhnya.

Perhitungan ulang komponen BPIH, lanjut Hilman, perlu dilakukan mengingat adanya perubahan besaran anggaran yang dibutuhkan. Mulai biaya pesawat, konsumsi, dan akomodasi supaya lebih rasional dan efisien.

“Ini berkaitan dengan angka. Perlu perhitungan mendetail. Pesawatnya seperti apa, afturnya naik apa enggak, pajak yang berlaku di Saudi dan Indonesia seperti apa, biaya hotel saat ini yang berlaku di sana berapa, biaya makanan yang biasanya normal-normal saja kemudian kalau harga minyak naik jadinya bagaimana,” ungkap Hilman.

Namun demikian, Hilman menegaskan, bahwa pemerintah berusaha agar penetapan BPIH tidak memberatkan jemaah. Perlu diketahui, BPIH terdiri dari dua unsur. Pertama, biaya yang berasal dari nilai manfaat. Kedua, Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih), yakni biaya yang dibayarkan oleh jemaah haji.

Baca Juga :  2 Juta Dosis Vaksin Pfizer Tiba di Tanah Air, Langsung Didistribusikan ke 10 Provinsi

“Harapan kita sama, tidak memberatkan jemaah. Tapi kita juga melihat realitasnya semua naik, bagaimana mengkompromikan barang yang naik dengan upaya kita tidak memberatkan jemaah,” ujar Hilman.

Hilman menambahkan, Kemenag juga sudah menyiapkan skenario biaya perjalanan ibadah haji, tergantung jumlah jemaah yang berangkat, apakah itu 50 persen, 40 persen, atau 35 persen. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tak Cuma Ade Armando, Satu Perwira Polisi juga Dianiaya Perusuh

Sel Apr 12 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – Aksi kekerasan dan penganiayaan saat demo di Gedung DPR RI tak hanya dialami oleh pegiat sosial yang juga dosen Ade Armando. Seorang polisi, AKP Rudi Wira juga dikeroyok sekelompok orang tak dikenal di Jalan Tol Dalam Kota, Senin (11/4/2022). Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol […]