Kemendikbudristek Dorong PT Kecil-kecil Lakukan Merger. Ini Alasannya

Editor Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek, Kemendikbudristek, Dr. Lukman, ketika berbicara di depan peserta Forum Komunikasi Pimpinan PT LLDIKTI Wilayah VI. /visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | SOLO – Direktorat Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek, Kemendikbudristek, menggelar Forum Komunikasi Pimpinan Perguruan Tinggi (PT) Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI Jawa Tengah, untuk sosialisasi “Arah Kebijakan Kelembagaan Perguruan Tinggi Kemdikbudristek, dan kebijakan BAN-PT tahun 2022”, sekaligus perkenalan Kepala LLDIKTI Wilayah VI, di Solo, Selasa (25/1/2022).

Seusai berbicara di depan 237 pimpinan PTS dan 7 pimpinan PTN yang hadir dalam forum komunikasi tersebut, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti Ristek, Dr. Lukman, menjelaskan kepada wartawan, pihaknya mendapat tugas memfasilitasi berdirinya perguruan tinggi (PT) baru, memroses pembukaan prodi baru, pengisian jabatan fungsional dan sebagainya.

“Sebagian besar fungsi direktorat kelembagaan dalam peraturan Mendikbudristeks yang baru, sekarang didelegasikan kepada LLDIKTI. Sehingga, PTN dan PTS harus bersatu menyiapkan prodi dan perguruan tingginya, sehingga siap dengan penjaminan mutu sesuai dengan standar nasional pendidikan tinggi,” ujarnya.

Dr. Lukman mengungkapkan, berdasarkan kebijakan pemerintah untuk penjaminan mutu PT harus melalui akreditasi. Dalam aturan baru, akreditasi tidak langsung ditangani Badan Akreditasi Nasional (BAN) PT, tetapi dilaksanakan Lembaga Akreditasi Mandiri (LAM). Setiap program studi (Prodi) akreditasinya bebas dari BAN PT, tetapi dilakukan LAM prodi-prodi.

“Tapi dalam akreditasi itu, PT tetap harus membayar. Masalahnya, tidak semua PT mampu membayar. Sehingga pemerintah akan memberikan insentif bagi prodi yang tidak mampu membiayai akreditasi, besarnya ada yang 100 persen, 80 persen dan 50 persen dan insentif PKKM, yaitu program kompetisi kampus merdeka berupa hibah sarana prasarana untuk mewujudkan Kampus Merdeka,” jelasnya.

Menyinggung intensif yang disiapkan Kemendikbudristek secara nasional, Dr. Lukman menyebutkan, total anggaran insentif yang disediakan pemerintah Rp 1,2 triliun. Khusus anggaran PKKM sebesar Rp 480 miliar dan insentif akreditasi Rp 27 miliar.

Baca Juga :  Hasil Swab Jenazah Dijemput Paksa di Majalaya Kab. Bandung Positif Covid-19

Pada bagian lain, direktur kelembagaan itu, menyatakan, Kemendikbudristek mendorong PT berskala kecil-kecil yang mengalami kesulitan agar bergabung menjadi universitas atau institut.

Dia menyebutkan, banyak akademi dan sekolah tinggi yang bisa bergabung menjadi institut atau sekolah tinggi dengan sekolah tinggi menjadi universitas.

Menurut dia, saat ini ada 237 perguruan tinggi di Jawa Tengah yang terlalu gemuk dan tidak efisien, supaya melakukan penggabungan. Ditargetkan, pada 2022 PT kecil – kecil tersebut dapat bergabung menjadi 182 PT

“Sebagai contoh, di Jateng perguruan tinggi Triguna di Pati bergabung atau merger dengan Dutagama Klaten dan salah satu PT di Solo, menjadi sebuah universitas. Selama saya menjadi saya di Jateng, terdapat 38 PT yang didorong melakukan penggabungan tanpa gaduh,” sambungnya.

Dr. Lukman menambahkan, pemerintah memberikan insentif dana senilai Rp 200 juta kepada PT hasil merger. Di seluruh Indonesia, pada 2022 ditargetkan sebanyak 600 PT melakukan merger dan khusus di Jateng sebanyak 40 PT potensial bisa merger sehingga jumlahnya menjadi 182.

Menyinggung kelemahan PT berskala kecil yang didorong melakukan merger, menurut Dr Lukman, bisa karena punya dosen tapi tidak punya mahasiswa, punya infrastruktur tapi tidak punya dosen dan ada PT punya dosen tidak punya sarana prasarana.

“Kondisi PT tersebut, sebetulnya masih sehat tapi kinerja menurun sehingga tidak bisa hidup. Jadi biar yang kecil-kecil benar-benar sehat,” sambungnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ini Nasihat Rasulullah SAW Ketika Menghadapi Orang-orang yang Bicara Kasar

Rab Jan 26 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG – Nabi Muhammad SAW dikenal luas sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan luhur. Akhlak tersebut tidak berubah meskipun dirinya mendapat perlakuan buruk dari orang lain. Bahkan ketika Rasulullah terus-menerus mendapat ancaman pembunuhan dari kaum kafir Quraisy. Ada banyak riwayat masyhur terkait keluhuran akhlak Nabi Muhammad ketika […]