Kemensos Siapkan Fasilitas Pengungsian Merapi di Jateng dan DIY

Editor Sekjen Kemensos, Hartono Laras, menjelaskan kesiapan dalam mengantisipasi dampak erupsi Gunung Merapi yang kini dalam status "Awas"./visi.news/istimewa.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kementerian Sosial (Kemensos) kini telah melakukan berbagai persiapan untuk mengantisipasi dampak erupsi Gunung Merapi yang saat ini ditetapkan dalam status “Awas” level III.

Selain menyiapkan fasilitas untuk pengungsi, Kemensos juga menyiapkan skenario mobilisasi sumber daya yang melibatkan banyak pihak dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemensos, Hartono Laras, mengungkapkan hal itu kepada para wartawan, seusai meninjau lokasi pengungsian di kawasan rawan bencana (KRB) erupsi Gunung Merapi di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan wilayah Surakarta, Jumat (13/11/2020).

“Kita sudah punya sistem penanggulangan bencana. Tugas Kemensos dalam klaster penanganan bencana, kita memberikan perlindungan sosial terhadap yang terdampak masalah sosial,” katanya.

Jajaran Kemensos di lapangan, menurut Sekjen Kemensos, sudah siap dengan semua kebutuhan di lokasi-lokasi pengungsian. Pihaknya juga menyiagakan personel Taruna Tanggap Bencana (Tagana) yang siap mendukung bantuan setiap saat jika terjadi erupsi dan diadakan evakuasi.

“Bahkan Pak Menteri (Sosial), kemarin juga minta semua buffer stock agar dicek. Stok penyangga di gudang-gudang, terutama di gudang provinsi dicek. Sehingga, kalau nanti diperlukan, kita langsung dengan cepat bisa mobilisasi, baik Tagana maupun kebutuhan dasar,” jelas Hartono.

Khusus dalam menyiapkan kebutuhan para pengungsi di tengah pandemi saat ini, Hartono Laras, menyatakan, Kemensos sudah menyiapkan tenda-tenda yang memenuhi standar protokol kesehatan Covid 19. Tenda-tenda yang didirikan di wilayah DIY, disebut sebagai tenda “Merah Putih”.

“Kalau di tenda biasa, para pengungsi kan bercampur semua tanpa ada pembatas atau jarak. Tetapi di tenda Merah Putih para pengungsi di dalam tenda yang ada sekat dan jaraknya, dengan pengaturan suhu dan ada hand sanitizer,” sambungnya.

Baca Juga :  Jika Ada Pungutan ke Mahasiswa Pemegang KIP-K Supaya Dilaporkan

Sejak dua bulan lalu, kata Sekjen Kemensos lagi, Mensos hadir dalam Gladi Kampung Siaga Bencana di Kabupaten Kulonprogo. Dalam gladi tersebut, Kemensos menyiapkan tenda-tenda dan Mensos minta agar fasilitas pengungsian tersebut ditarik ke wilayah KRB Merapi dan sekitarnya.

“Pelaksanaannya kita koordinasikan dengan Pemda Sleman, Yogyakarta dan Pemprov Jateng. Saat ini petugas Ditjen Perlindungan dan Jaminan Sosial, Direktorat Korban Bencana Alam, sudah di lapangan atas perintah Mensos,” tutur Hartono lagi.

Sekjen Kemensos menambahkan, jumlah tenda yang disiapkan untuk pengungsi Merapi cukup banyak dalam berbagai ukuran, berupa tenda keluarga dan tenda massal. Kapasitas tenda umum yang disiapkan bisa menampung antara 100 sampai 150 orang.

“Kita siapkan tenda keluarga juga dan famili kit, untuk antisipasi pengungsi Merapi. Karena ada tahapan pra bencana, swa bencana dan pasca bencana, semua sudah standby,” ungkapnya.

Menyinggung kesiapan relawan Tagana di DIY, disiapkan sambil melihat perkembangan proses evakuasi dan pengungsian. Persiapan termasuk dapur umum lapangan dan relawan Tagana di Jateng dan DIY, dengan total relawan sekitar 39.000 orang.@tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Hj. Yena: Insya Alloh Kami Bisa Menang di Pilkada Nanti

Jum Nov 13 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Pasangan Calon (Paslon) No Urut 2, Hj. Yena Iskandar Masoem dan Atep Rizal, merasa yakin bisa memenangkan Pemilihan Kepala Daerah di tanggal 9 Desember 2020 nanti, setelah dilakukan Deklarasi dan Pengukuhan Milenial PAN Muda Nyata, di Hotel Sutan Raja, berupa dukungan penuh dari semua Kader PAN. Saat […]