Search
Close this search box.

Kenaikan dan Penurunan Harga Pangan: Apa yang Terjadi di Pasar?

Ilustrasi pasar./visi.news/pinterest.

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA -Terjadi penurunan yang signifikan pada mayoritas harga pangan di Indonesia. Data yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional menunjukkan bahwa komoditas utama seperti beras, daging ayam, dan cabai mengalami penurunan harga. Fenomena ini diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi masyarakat di tengah tingginya biaya hidup.Pada Senin (25/11/2024).

Salah satu penurunannya yang paling mencolok terjadi pada harga beras yang turun dari Rp15.200 per kilogram (kg) pada pekan lalu menjadi Rp14.850 per kg. Ini merupakan kabar baik bagi konsumen yang bergantung pada staple food ini. Selain beras, harga daging ayam juga mengalami penurunan dari Rp37.200 menjadi Rp36.350 per kg, memberikan harapan bagi para penggemar olahan daging ayam yang kerap menjadi bahan utama dalam masakan sehari-hari.

Selain itu, harga daging sapi mencatatkan penurunan dari Rp135.300 menjadi Rp131.350 per kg. Telur ayam yang kerap menjadi sumber protein bagi banyak keluarga juga mengalami penurunan harga rata-rata dari Rp29.250 menjadi Rp28.650 per kg. Di sektor sayuran, cabai rawit mengalami penurunan dari Rp42.250 menjadi Rp42.000 per kg, sementara cabai merah turun dari Rp32.750 menjadi Rp32.200 per kg. Penurunan ini menjadi angin segar, terutama pada saat menjelang musim liburan.

Namun, tidak semua komoditas mengalami penurunan. Harga bawang putih justru mengalami kenaikan dari Rp43.700 menjadi Rp43.800 per kg. Minyak goreng juga mengalami kenaikan harga dari Rp20.000 pada awal pekan lalu menjadi Rp20.450 per kg. Sementara itu, harga bawang merah tetap stagnan di posisi Rp41.200 per kg, menunjukkan pergerakan yang stabil dalam beberapa waktu terakhir.

Secara keseluruhan, penurunan harga pangan yang terjadi di pasar nasional diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat. Meski demikian, fluktuasi harga pada beberapa komoditas seperti bawang putih dan minyak goreng tetap menjadi perhatian. Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kestabilan harga serta memastikan ketersediaan pangan di seluruh wilayah Indonesia. @berlin

Baca Berita Menarik Lainnya :