Search
Close this search box.

Kenali Perbedaan Lapar Fisik dan Lapar Emosional Sebelum Makan

Ilustrasi./visi.news/freepik.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Rasa lapar yang dirasakan seseorang ternyata tidak selalu berasal dari kebutuhan tubuh akan makanan. Ada kalanya, rasa lapar muncul karena faktor emosional atau disebut juga lapar emosional.

Menurut Healthline, lapar emosional adalah kondisi saat seseorang makan sebagai respons terhadap emosi tertentu, bukan karena tubuh benar-benar membutuhkan asupan makanan. Kondisi ini umum terjadi dan kerap membuat seseorang makan berlebihan hingga merasa bersalah setelahnya.

Lapar emosional biasanya muncul secara tiba-tiba. Misalnya, seseorang merasa lapar karena stres kerja, mencium aroma makanan yang menggugah selera, atau sekadar karena tampilan makanan yang menarik.

Berbeda dengan lapar fisik, lapar emosional dipicu oleh berbagai faktor eksternal seperti tekanan pekerjaan, masalah keuangan, kesehatan, atau hubungan pribadi. Selain itu, faktor internal seperti kurangnya kesadaran diri, kesulitan mengelola emosi, hingga respons stres yang tidak normal juga memicu kondisi ini.

Meski bukan termasuk gangguan makan, makan karena emosi bisa berkembang menjadi kebiasaan yang mengarah pada pola makan tidak teratur. Beberapa ciri makan emosional di antaranya adalah makan tanpa kontrol, merasa perlu makan saat emosi memuncak, atau menggunakan makanan sebagai cara untuk menenangkan diri.

Para ahli menyarankan, jika pola makan emosional mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya berkonsultasi dengan psikolog atau ahli gizi untuk membantu mengelola hubungan yang lebih sehat dengan makanan. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :