Search
Close this search box.

Kentang Bertunas dan Kulit Hijau, Waspadai Racun Alaminya

Ilustrasi./visi.news/narod.

Bagikan :

VISI.NEWS | BANDUNG – Kentang memang dikenal sebagai bahan makanan yang lezat, serbaguna, dan kaya nutrisi. Namun, bila terlalu lama disimpan, kentang bisa mulai bertunas dan kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Jika di rumah kamu memiliki stok kentang, perhatikan apakah sudah muncul tunas kecil atau kulitnya mulai kehijauan. Banyak orang memilih tetap memasaknya dengan membuang bagian yang rusak, namun langkah ini ternyata belum tentu aman sepenuhnya.

Menurut para ahli, kentang yang telah bertunas mengandung kadar racun alami yang meningkat, khususnya senyawa glycoalkaloid seperti solanin dan chaconine. Dalam jumlah tinggi, zat ini dapat menimbulkan gangguan pencernaan seperti mual, diare, dan kram perut. Dalam kasus ekstrem yang jarang, konsumsi kentang bertunas bahkan bisa berujung fatal.

Ahli toksikologi dari Johns Hopkins Hospital, Dr. Andrew Stolbach, menyatakan bahwa kemunculan tunas menunjukkan meningkatnya kadar glycoalkaloid, racun alami yang sebenarnya ada di semua kentang, tetapi dalam kondisi normal kadarnya rendah dan tidak berbahaya.

Selain tunas, kulit kentang yang berubah warna menjadi hijau juga perlu diwaspadai. Warna ini menandakan adanya klorofil, yang terbentuk akibat paparan cahaya. Meskipun klorofil itu sendiri tidak beracun, kehadirannya mengindikasikan peningkatan glycoalkaloid juga.

Jika harus tetap menggunakan kentang tersebut karena keterbatasan stok, ahli menyarankan untuk mengupas bagian bertunas dan yang berwarna hijau secara menyeluruh, menggunakan pisau tajam. Namun, cara ini hanya membantu mengurangi paparan racun, bukan menghilangkannya sepenuhnya.

Meski kentang bertunas tampak masih bisa diselamatkan, tetap ada risiko kesehatan yang perlu dipertimbangkan. Jika ragu, sebaiknya buang dan gunakan kentang yang masih segar demi keamanan tubuh. @ffr

 

Baca Berita Menarik Lainnya :