Kepala KPw BI Solo: Kondisi UMKM Dalam Perekonomian Nasional Sangat Krusial

Editor Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bambang Pramono (kanan) dan Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi dalam pembukaan 'hajadan' tahunan "KENDUREN UMKM" 2020 yang digelar di KPw BI Solo./visi.news/tok suwarto.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Solo, Bambang Pramono, mengungkapkan, kondisi pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) saat ini sangat krusial dalam perekonomian nasional karena kontribusinya kepada Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2019 lalu mencapai 60 persen. Sedangkan kontribusi terhadap total ekspor nasional sebesar 14 persen.

“Di sisi Iain, UMKM juga memiliki peran strategis sebagai sarana pengentasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah. Besarnya peranan UMKM tersebut, sudah sewajarnya UMKM dijadikan sektor prioritas yang terus didorong untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Bambang Pramono, dalam hajadan tahunan KPw BI Solo bertajuk “KENDUREN UMKM” 2020, Jumat (2/10).

Kegiatan yang melibatkan UMKM di wilayah Surakarta, meliputi Kabupaten Klaten, Boyolali, Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Sragen dan Kota Solo, selama pandemi Covid-19 ini digelar secara virtual.

Kepala KPw BI Solo itu menyatakan, sampai saat ini UMKM
masih dihadapkan dengan beberapa kendala, seperti akses pasar, daya saing yang masih rendah, masih minimnya pemanfaatan teknologi, hingga masih terbatasnya akses pembiayaan. Hal itu ditambah lagi dengan pandemi Covid -19 yang berimbas kepada kondisi perekonomian nasional termasuk sektor UMKM.

Kantor Perwakilan BI Solo, sambung Bambang Pramono, mengadakan kegiatan KENDUREN UMKM yang merupakan singkatan dari
“Berkembang dan Berinovasi menjadi UMKM Keren”, sebagai salah satu strategi dan upaya pengembangan UMKM yang memiliki daya saing dan resiliensi.

Kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru untuk mendukung momentum pemulihan dan pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional.

‘Hajadan’ KENDUREN UMKM tahun 2020 ini dilaksanakan selama bulan Oktober 2020, pada pembukaan yang bertepatan dengan Hari Batik Nasional dilaunching “Komunitas Seniman Muda Batik”. Komunitas tersebut diinisiasi KPw BI Solo untuk meningkatkan minat membatik di kalangan generasi muda, sebagai upaya melestarikan batik warisan budaya dunia.

Baca Juga :  Effectiveness Evaluation, Bahasan Yang Harus Selesai Di Bali

Deputi Gubernur BI, Rosmaya Hadi, dalam sambutannya menyatakan, BI melalui kantor perwakilan di seluruh Indonesia terus mendorong transformasi UMKM dengan digitalisasi proses pembiayaan, pemasaran, maupun pembayaran.

Hal ini guna mendorong agar UMKM “naik kelas” dan turut berkontribusi terhadap pencapaian tujuan Bank Indonesia dalam menciptakan kestabilan harga maupun nilai tukar, serta penurunan defisit neraca pembayaran.

“Adapun program onboarding UMKM yang dilakukan Bank Indonesia, diarahkan pada pola pembinaan UMKM dari hulu ke hilir, sesuai dengan karakteristik dan tahapan usaha pembinaan yang difokuskan pada pembuatan izin usaha, akuntansi, sertifikasi produk, peningkatan kualitas produk, dan akses pasar. Selanjutnya, pembinaan difokuskan untuk mendorong UMKM menggunakan teknologi informasi dan lain-lain,” jelasnya. @tok

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

NU Pasti Dapat Dukungan Tokoh Jawa Barat

Sab Okt 3 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS — Tjetje Hidayat Padmadinata, yang merupakan tokoh di Jawa Barat, memberikan dukungan terhadap pasangan Nia Usman (NU Sabilulungan). Dalam pertemuannya dengan Kang Usman Sayogi, dia menitipkan pesan yang sarat akan makna untuk pasangan NU Pasti Sabilulungan. Calon Wakil Bupati H. Usman Sayogi bersilaturahmi ke kediamannya di Jalan Sagitarius, […]