Kepala OJK Solo: Program “Kejar” untuk Latih Siswa Hargai Uang dan Tidak Konsumtif

Editor Kepala OJK Solo, Eko Yunianto/visi.news/tok suwarto
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menggelar kegiatan bertajuk “Kreasi Got Talent” atau “Kejar Prestasi Anak Indonesia”, sebagai ajang mencari bakat anak sejak usia dini dengan tema “Ayo Menabung”.

Kegiatan “Kreasi” yang dimulai sejak medio Juli 2021 dan merupakan salah satu implementasi kegiatan “Hari Indonesia Menabung 2021” yang dilaksanakan secara nasional, di Kota Solo diikuti sebanyak 106 peserta, terdiri dari 2 kategori, yaitu
tingkat SD dan tingkat SMP – SMA.

Kepala OJK Solo, Eko Yunianto, mengungkapkan kepada wartawan, Rabu (25/8/2021), kegiatan “Kreasi” bertujuan mendukung keberhasilan program “Kejar” atau program “Satu Rekening Satu Pelajar” yang diinisiasi OJK bersama kementerian dan lembaga yang terkait dengan industri perbankan.
“Program Kejar sendiri adalah salah satu bentuk aksi dalam mendukung pencapaian target inklusi keuangan. Kegiatan Kreasi diperlukan untuk meningkatkan awareness dari kementerian atau lembaga, regulator, pemerintah daerah, industri perbankan dan stakeholders terkait, dalam
menumbuhkan kesadaran pelajar untuk menabung melalui rekening tabungan di sektor jasa keuangan,” kata Eko.

Menyinggung upaya menumbuhkan budaya menabung sejak dini dan meningkatkan inklusi keuangan pada kelompok pelajar, menurut Kepala OJK Solo itu, sejak program “Kejar” resmi diluncurkan 5 Oktober 2020 sampai triwulan IV tahun 2020, persentase pelajar di Indonesia yang
memiliki rekening tercatat 54,14 persen dari total pelajar tahun ajaran 2020/2021 sebanyak 55,7 juta, atau sebanyak 30,15 juta rekening.
“Di wilayah Solo Raya, berdasarkan laporan perbankan di bawah pengawasan OJK Solo pada periode Juli 2021 sampai 20 Agustus 2021 terdapat 997 pembukaan rekening pelajar dengan nominal Rp 55.807.673,-,” jelasnya.

Kepala OJK Solo, menambahkan, kegiatan “Kreasi” yang dirangkai dengan kegiatan webinar pada puncak acara, Selasa (24/8/2021) kemarin, targetnya adalah meningkatkan kesadaran para siswa SD, SMP dan SMA sederajat tentang pentingnya budaya menabung sejak dini.

Baca Juga :  Inilah Ciri-Ciri Orang yang Mendapatkan Kemenangan Usai Ramadan

Eko Yunianto menyebutkan, menabung sejak dini memiliki banyak manfaat, antara lain untuk melatih sejak dini para siswa sekolah agar dapat belajar disiplin, membentuk pola pikir menghargai uang, dan dapat menghindari perilaku konsumtif. “Selain itu, menabung juga dapat memberikan pemahaman pengelolaan keuangan yang lebih baik. Sehingga para siswa dapat menjadi generasi Indonesia yang mampu memaksimalkan potensi aset untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Menabung harus dilakukan sedini mungkin, agar para siswa dapat belajar cara menyisihkan uang untuk keperluan darurat atau membeli sesuatu yang diinginkan sejak lama,” tandasnya.@tok

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Limbah Medis di Indonesia Jadi Ancaman Baru Krisis Iklim

Rab Agu 25 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Pengelolaan limbah medis Covid-19 dinilai bisa menjadi ancaman baru krisis iklim. Hal ini disampaikan dalam diskusi bertajuk ‘Diskusi Bareng Anak Muda: Darurat Limbah Medis, Kita Bisa Apa?’ yang diadakan Selasa (24/8) dan dihadiri secara virtual oleh Tasya Kamila (figur publik dan pegiat lingkungan), Ir. Medrilzam, M.Prof.Econ, Ph.D. […]