VISI.NEWS | GREENLAND – Greenland kini menghadapi ancaman besar akibat krisis iklim yang mempercepat keretakan lapisan esnya. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature pada Senin (3/2/2025) dengan judul Increased Crevassing Across Accelerating Greenland Ice Sheet Margins mengungkap bahwa ukuran serta kedalaman celah es meningkat signifikan dalam lima tahun terakhir.
Tom Chudley, asisten profesor geografi dari Universitas Durham sekaligus penulis utama studi tersebut, menyatakan bahwa perubahan yang terlihat sangat mengejutkan.
“Satu penelitian sebelumnya menunjukkan perubahan dalam skala beberapa dekade dan sekarang kami menunjukkan hal ini terjadi dalam skala lima tahun,” ujarnya kepada The Guardian.
Sejak 1992, pencairan es di Greenland telah menyumbang kenaikan permukaan laut hingga sekitar 14 milimeter. Para peneliti menjelaskan bahwa kondisi ini merupakan reaksi dari meningkatnya suhu udara dan laut, yang semuanya dipicu oleh krisis iklim global.
“Kami mengetahui bahwa selama beberapa tahun, lapisan es mencair cukup signifikan sejak tahun 1990, dan secara umum kami memahami hal ini terkait dengan pemanasan lautan,” jelas Chudley.
Ia berharap bahwa pemetaan resolusi tinggi yang digunakan dalam penelitian ini dapat membantu proyeksi lebih akurat mengenai kenaikan air laut di masa depan.
“Jadi, kita sangat perlu untuk dapat memproyeksikan kenaikan permukaan laut dengan lebih baik, karena kita perlu dapat merencanakan, mengurangi, dan beradaptasi dengan kenaikan permukaan laut selama tiga abad ke depan,” tutupnya. @ffr