VISI.NEWS | MAKASSAR – Situasi di kawasan kampus Universitas Negeri Makassar (UNM), Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, mendadak ricuh pada Kamis (4/3/2026) malam. Ratusan pengemudi ojek online (ojol) terlibat bentrok dengan mahasiswa hingga menyebabkan sejumlah fasilitas kampus rusak.
Kericuhan bermula ketika mahasiswa menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus sejak sore hari. Aksi tersebut dilakukan untuk menyoroti kasus penembakan terhadap seorang remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo (18) yang diduga melibatkan oknum anggota kepolisian.
Pada awalnya, demonstrasi berlangsung tertib. Namun situasi berubah tegang ketika seorang pengemudi ojek online yang melintas di sekitar lokasi aksi diduga terlibat cekcok dengan massa mahasiswa. Dalam insiden tersebut, sepeda motor milik pengemudi ojol dilaporkan mengalami kerusakan.
Peristiwa itu memicu reaksi dari rekan-rekan sesama pengemudi ojol. Tidak lama kemudian, ratusan pengemudi ojol mendatangi kawasan kampus untuk mencari pihak yang diduga merusak motor rekannya. Kedatangan mereka memicu ketegangan dengan mahasiswa yang masih berada di area kampus.
Bentrokan pun tak terhindarkan. Kedua kelompok dilaporkan saling lempar batu di sekitar lingkungan kampus. Dalam kericuhan tersebut, sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan, termasuk kaca bangunan yang pecah akibat lemparan batu.
Aparat gabungan dari TNI dan Polri yang berada di lokasi segera bergerak untuk meredam situasi. Setelah beberapa waktu, bentrokan akhirnya berhasil dihentikan dan massa dari kedua pihak perlahan membubarkan diri.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana, mengatakan kericuhan tersebut dipicu oleh kesalahpahaman antara mahasiswa yang sedang melakukan aksi dengan pengemudi ojek online yang melintas di lokasi.
“Awalnya ada demonstrasi. Sementara di waktu yang sama masyarakat juga sedang beraktivitas, ada yang hendak berbuka puasa dan salat tarawih. Kebetulan ada pengemudi ojol melintas, lalu terjadi kesalahpahaman hingga motornya dirusak,” ujar Arya kepada wartawan.
Ia menjelaskan, perusakan motor tersebut memicu solidaritas dari sesama pengemudi ojol yang kemudian berdatangan ke lokasi kejadian sehingga situasi menjadi tidak terkendali.
“Kami dari kepolisian akan memproses secara maksimal. Korban sudah kami mintai keterangan, dan pelakunya akan kami cari untuk diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Arya.
Hingga Kamis malam, aparat kepolisian bersama personel TNI masih berjaga di sekitar kampus UNM untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya kericuhan lanjutan. @kanaya