Ketua Abpednas Jabar: Tunjangan BPD Diusulkan 50 Persen dari Siltap Kades/Pemdes

Editor :
Ketua Abpednas Kab. Bandung, Firmansyah menerima SK Pelantikan dari Ketua Apednas Jabar, Ohin Solihin. /visi.news/rahmat iskandar

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ketua Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) Jawa Barat, Olih Solihin, S.H., menegaskan, pihaknya sudah mengajukan usulan kepada Gubenur Jawa Barat untuk peningkatan anggaran tunjangan BPD sebesar 50 persen dari siltap Kades/Pemdes yang semula minimal hanya 20 persen.

“Kami sudah melayangkan surat pengajuan kenaikan tunjangan BPD, ini sipatnya meminta aga Gubernur Jabar menginbau agar para bupati bisa menaikkan tunjangan BPD 50 persen dari siltapnya,” harap Ohin usai pengukuhan/melantik Ketua dan Pengurus Abpednas Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana di Emte Highland Resort, Jalan Raya Ciwidey-Rancabali, Kabupaten Bandung, Kamis (26/11/2020).

Acara dihadiri Kadis PMD Kabupaten Bandung, Tata Irawan Sobandi para Ketua Asosiasi BPD Kecamatan dan unsur keterwakilan BPD Perempuan.

Ohin menegaskan, usulan kenaikan tunjangan tersebut sangat wajar dan mudah-mudahan bisa terealisasikan. Usulan tersebut, merupakan salah satu dari tujuh usulan yang diajukan. “Surat pengajuan sudah diterima, dan insya Allah Senin depan kami sudah mendapat undangan audensi dengan DPMD Jabar, usulan tersebut akan dibahas,” kata Ohin yang merupakan seorang pendiri Abpednas Jabar asal Cianjur ini.

Ia berharap, dengan dilantiknya Abpednas Kabupaten Bandung yang merupakan cikal bakal kelahirannya makin banyak dan ini merupakan ke 14, nanti di Bogor yang ke 15.

Terkait adanya organisasi BPD lainnya yaitu Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABSI), Ohin mengatakan, tidak ada masalah silakan saja membentuk organisasi lainnya, hak perogratif untuk membetuk organisasi. “Mari kita bersaing sehat, yang penting kita punya tujuan yang sama yaitu membantu masyarakat agar sejahtera dan makmur,” ujar Ohin.

ADD Naik Rp. 11 Miliar

Sementara itu, Tata dalam sambutannya menyoroti anggaran ada kenaikan. ADD 2021 ada kenaikan menjadi sekitar Rp 300 miliar naik Rp 11 miliar. “Dalam anggaran ini, sudah ada dana untuk Asosiasi BPD Kabupaten Bandung sebesar Rp 100 juta. Silakan anggaran tersebut digunakan sebaik-baiknya,” kata Tata.

Baca Juga :  TAUSIAH: Bagi Muslim Rumah Tak Sekadar Bangunan Fisik

Usai acara pelantikan, juga digelar Orientasi Penguatan Kelembagaan dan Peningkatan Kapasitas Asosiasi BPD Kabupaten Bandung yang menampilkan nara sumber dari DPMD dan anggota DPRD Kabupaten Bandung.

Kabid Keterwakilan Perempuan DPMD Kabupaten Bandung, Yeni mengupas keberadaan BPD itu sendiri termasuk keterwakilan perempuan.  Yeni menegaskan, BPD hanya ada Abpednas Kabupaten Bandung.

“Abpednas adalah organisasi BPD yang legal/resmi. Sedangkan yang lainnya, tidak diakui organisasi BPD. Jadi kalau ditanya siapa Ketua Abpednas Kabupaten Bandung, ya harus dijawab Firmansyah Lesmana,” tegas Yeni.

Khusus keterwakilan perempuan, Yeni meikonkan sebagai BPD Srikandi. Jadi peran BPD Srikandi harus bisa menggali potensi yang ada didesanya masing-masing. Dalam upaya meningkatkan SDM BPD baik Arjuna maupun Srikandi, nanti bakal digelar workshop.

“Akan ada anggaran untuk workshop pada tahun 2021, untuk semua BPD agar tahu cara membuat perdes, memimpin musdes. Musdes tidak boleh dipimpin oleh kades/ pemdes tapi BPD lah pelakunya,” tegasnya.

Sementara Acep Ana, anggota Komisi A mengatakan, untuk terbentuknya organisasi BPD tidak mudah harus ada akte notaris, izin Menhunkam. Jadi Abpednas Kabupaten Bandung yang sudah diakui dan syah keberadaannya, harus optimis maju.
“Jangan tergoda, terpesona dengan organisasi BPD lainnya. Optimis kedepannya Abpednas maju,” tegasnya.

Menurut Acep yang juga mantan Ketua Abpednas Kabupaten Bandung ini, keberadaan BPD harus sejajar dengan kades bahkan harus berada di depan. Awasi, kawal kinerja pemdes dan kadesnya karena BPD punya tanggung jawab besar terhadap suatu keberhasilan atau tidaknya pembangunan roda kepemerintahan desa.

Sedangkan Ketua Abpednas Kabupaten Bandung, Firmansyah Lesmana mengatakan, dalam salah satu program kerjanya yaitu Konsolidasi Internal meliputi Penguatan Kelembagaan BPD di tingkat Desa dan Asosiasi BPD di tingkat Kecamatan yang pada gilirannya Menyolidkan Kekuatan Asosiasi BPD Kabupaten Bandung.

Baca Juga :  Diwarnai Kerumunan Massa Rebutan Gunungan, Pedagang Pasar Klewer Timur Gelar Kirab "Boyong Pedagang"

Firman berharap, para Anggota BPD mampu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM ) dengan cara menggali wawasan dan pengetahuan. dan yang tak kalah penting adalah sinergisitas antara BPD dan Kepala Desa BPD. “Jangan menjadi “Batur Pasea Desa”, tapi harus menjadi mitra konstruktif dalam membangun Desa,” harap Firman.@rais

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

KHOTBAH JUMAT: Tiga Tingkatan Manusia Ketika Melawan Hawa Nafsu

Kam Nov 26 , 2020
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Manusia disuruh melawan dan mengendalikan hawa nafsu. Usaha manusia dalam perjuangan melawan hawa nafsu ini tentu bertingkat-tingkat, bergantung pada kemampuan dan kekuatan imannya. Dalam buku Mizan al-‘Amal, Imam Ghazali menyebutkan tiga tingkatan manusia dalam masalah ini. Pertama, orang yang sepenuhnya dikuasai oleh hawa nafsunya dan tidak dapat […]