Ketua DPD Prihatin Insiden Ledakan Petasan hingga Memakan Korban Jiwa

Editor Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti./antara/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mengimbau masyarakat agar menjauhi segala bentuk aktivitas berbahaya saat perayaan Idulfitri, menanggapi meninggalnya sejumlah pemuda pada insiden ledakan petasan di Kebumen dan Kudus.

“Saya turut prihatin atas insiden memilukan tersebut. Harusnya kita menyambut hari kemenangan dengan sukacita, ini justru dukacita penuh air mata,” kata LaNyalla dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat (14/5/2021), seperti dilansir Antara.

Musibah ledakan petasan terjadi di dua tempat. Pertama, pada Rabu (12/5) malam di mana empat korban tewas saat merakit petasan di Desa Ngabean, Kecamatan Mirit, Kebumen, Jawa Tengah.

Peristiwa kedua juga terjadi saat malam takbiran di Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah yang menyebabkan satu orang meninggal dunia.

“Lebih baik rayakan Idulfitri dengan hal bermanfaat. Hindari aktivitas-aktivitas bahaya yang berpotensi merenggut nyawa,” kata dia.

LaNyalla pun menyitir Surat Al-Isra ayat 26 hingga 27 dimana menyalakan petasan dinilai sebagai sebuah pemborosan.

“Inti kandungan dari dua ayat itu ialah janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemborosan itu adalah saudara-saudara setan,” ujarnya.

Padahal, uang yang digunakan untuk membeli petasan sebenarnya bisa dipakai untuk hal yang lebih positif lainnya,” katanya.

Insiden besar ledakan pabrik petasan disertai kebakaran pernah terjadi di Indonesia pada 26 Oktober 2017. Tepatnya di sebuah pabrik kembang api di wilayah Kosambi, Kabupaten Tangerang, Banten Indonesia. Sedikitnya 48 orang meninggal dunia dan 52 orang luka.

“Seharusnya peristiwa seperti ini menjadi pelajaran berharga bagi setiap orang. Apalagi aparat keamanan juga sudah melarang secara tegas produksi dan perdagangan petasan,” ujar LaNyalla.

Menurut Alumnus Universitas Brawijaya Malang itu, larangan dan hukuman bagi orang yang mencoba memproduksi, mengedarkan, dan segala aktivitas membahayakan yang menggunakan bahan peledak sudah diatur dalam Undang-Undang Darurat nomor 12 tahun 1951 dan pasal 187 KUHP tentang bahan peledak.

Baca Juga :  Vaksinasi Covid-19 untuk Tenaga Pendidik di Kota Bandung Sudah 50 Persen

“Bahwa pembuat, penjual, penyimpan, dan pengangkut petasan bisa dikenai hukuman minimal 12 tahun penjara hingga maksimal kurungan seumur hidup,” kata LaNyalla.

Anggota Dewan Kehormatan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Timur itu meminta aparat keamanan untuk menegakkan hukum secara tegas. Hal ini untuk menimbulkan efek jera.

“Perlu juga lebih banyak dilakukan sosialisasi agar tumbuh kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan petasan atau bahan peledak,” tegasnya. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Forhati: Serangan Israel Tidak Hormati Muslim dan Hukum Internasional

Sab Mei 15 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Majelis Nasional Forum Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Wati (MN Forhati) mengatakan serangan Israel ke Palestina sama dengan tidak menghormati umat Islam dan hukum internasional. “Forhati mengecam keras penindasan rezim Israel terhadap warga Palestina dan pencaplokan Syekh Jarrah yang menjadi wilayah hukum Negara Palestina,” kata Koordinator Presidium MN […]