Ketua Komisi D: lebih Perhatikan Pengelolaan Cagar Budaya Kota Bandung

Silahkan bagikan

VISI.NEWS | BANDUNG – Ketua Komisi D DPRD Kota Bandung, H. Aries Supriyatna, S.H., M.H., berharap Pemkot Bandung untuk lebih perhatian dalam pelestarian dan pengelolaan cagar budaya. Jumlah cagar budaya di Kota Bandung yakni tercatat 1770.

“Program pelestarian dan pengelolaan cagar budaya perlu terus diupayakan dan dimaksimalkan di Kota Bandung,” ujar Aries, dalam rapat kerja Komisi D DPRD Kota Bandung bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), di Gedung DPRD Kota Bandung, Rabu (29/3/2023).

Dalam Rapat Kerja tersebut juga hadir Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Drs. Heri Hermawan, Anggota Komisi DPRD Kota Bandung H. Andri Rusmana, S.Pd.I., Yoel Yosaphat, S.T., Hasan Faozi, S.Pd., Ferry Cahyadi Rismafury, S.H., H. Erwin, S.E., M.Pd., Hj. Salmiah Rambe, S.Pd.I, M.Sos., dan drg. Susi Sulastri.

Menurut Aries, dalam melestarikan dan mengelola cagar budaya dibutuhkan inovasi dan kreatifitas. Dengan demikian, cagar budaya yang ada di Kota Bandung, dapat semakin dikenal oleh masyarakat luas.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Komisi D DPRD Kota Bandung Drs. Heri Hermawan mengatakan cagar budaya di Kota Bandung memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata.

Dibutuhkan pendekatan yang berbeda dalam mendorong cagar budaya untuk menjadi tempat wisata. Ia mencontohkan Kota Semarang yang memiliki Kawasan Kota Tua yang menjadi favorit para wisatawan berkunjung, yang merupakan cagar budaya.

“Seperti di Kota Semarang yang langsung teringat tempat wisata itu, adalah kawasan Kota Tua. Ini juga perlu dilakukan kepada cagar budaya kita yang ada di Kota Bandung, agar memiliki nilai wisata,” katanya.

Ia menambahkan, Kota Bandung terkenal sebagai kota kuliner, desain, dan fesyen untuk pariwisata. Namun potensi cagar budaya juga perlu mendapat perhatian pemerintah.

Baca Juga :  PKB Usulkan Nagita Slavina Dampingi Bobby Nasution di Pilgub Sumut 2024

“Potensi cagar budaya sebagai destinasi wisata sangat besar, dan ini perlu didukung kita bersama,” ujarnya.

Anggota Komisi B DPRD Kota Bandung, Hasan Faozi, S.Pd., menuturkan bahwa perhatian juga perlu diberikan kepada pelaku budaya atau budayawan. Terutama terkait kesejahteraannya, karena merupakan yang terdepan dalam melestarikan budaya di Kota Bandung.

Dengan demikian, perlu dilakukan pemberdayaan kepada para seniman dan budayawan, sehingga mendukung pelestarian budaya di tengah masyarakat.

“Budayawan dan pelaku budaya juga perlu diperhatikan oleh pemerintah, sehingga ikut terus melestarikan kebudayaan di Kota Bandung,” ujarnya.@nia

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Solusi Jaringan Secure Multi-Cloud F5 Menyederhanakan Penerapan Distributed Application

Kam Mar 30 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | JAKARTA – F5 hari ini mengumumkan fasilitas multi-cloud networking (MCN) untuk memperluas layanan aplikasi dan keamanan dengan mudah di satu atau beberapa cloud publik, hybrid deployment, lingkungan native Kubernetes, dan situs edge (edge sites). F5 Distributed Cloud Services telah dibedakan untuk menyediakan konektivitas dan keamanan pada lapisan […]