VISI.NEWS | CIPARAY – KH Agus Ahmad Qustulany terpilih sebagai Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung pengganti antar waktu (PAW) setelah mengantongi 29 suara dari 43 suara yang diperebutkan. Kandidat lainnya, KH Deden Hani Mudzhiffar meraih 11 suara.
Wakil Ketua Tanfidziah itu terpilih dalam Rapat Pleno PAW Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bandung yang berlangsung di Gedung PCNU Kabupaten Bandung Jalan Raya Laswi No 516, Ciparay, Sabtu (9/3/2024).
Dalam rapat yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung KH Haidar Mustafa Kamal yang didelegasikan kepada Ustadz Ahmad Fauzi Imron sebagai ketua sidang mengatakan bahwa pemilihan PAW Ketua Tanfidziah ini didasarkan atas anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) serta Peraturan Perkumpulan (Perkum) Nahdlatul Ulama (NU).

“Untuk pemilihan ini selain kita mengacu kepada AD/ART juga mengacu kepada Perkum No. 10 tahun 2022 tentang Tata Cara Rapat dan Perkum No 13 tahun 2022 tentang Tata Cara Pergantian Pengurus Antar Waktu dan Pelimpahan Fungsi Jabatan,” ujarnya.
Dengan mengacu pada payung hukum tersebut akhirnya disepakati dilakukan voting untuk dua calon setelah satu wakil ketua tanfidziah dianggap tidak memenuhi syarat. Hasil voting KH Agus yang juga Ketua DKM Mesjid Al Fathu, Soreang, berhasil meraih dukungan suara terbanyak.
Ketua terpilih KH Agus Ahmad Qustulany mengatakan bahwa terpilihnya dia membersitkan dua kalimat. “Pertama, Alhamdulillah karena sudah bisa melaksanakan tuntutan tuntutan organisasi dan ada hasilnya. Kedua, innalillahi wainnailaihi rojiun, karena bagaimana kalau saya ini tidak bisa menjalankan tugas ini. Sim kuring merasa kemampuannya terbatas. Simkuring mah biasa ngalaksanakeun, lain konseptor. Jadi, kalau tidak ada kebersamaan dan dukungan dari semua pihak tentu akan sulit menjalankan organisasi ini. Dan amanah ini bisa menjadi musibah,” ungkapnya.
Oleh karena itu, KH Agus berharap soliditas pengurus bisa lebih meningkat. “Saya juga berharap pengkaderan sangat penting untuk segera dilaksanakan. Selain itu komunikasi serta administrasi harus terus kita kembangkan menjadi lebih baik lagi,” ungkapnya.
Dengan kebersamaan dan dukungan yang kuat KH Agus yakin roda organisasi ke depan akan berjalan lebih baik lagi. “Untuk itu, saya berterima kasih atas kebersamaanya sehingga acara hari ini bisa terlaksana dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung KH Haidar Mustafa Kamal menyambut baik atas terpilihnya KH Agus Ahmad Qustulany sebagai pejabat Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bandung.
“Saya secara pribadi bukan hanya mengenal ke Kiai Agus, tapi juga orang tuanya. Ayahnya sahabat saya. Orang yang sangat baik. Bagitu juga Kiai Agus orang yang baik. Maka, hasil dari rapat pleno ini harus kita dukung penuh agar NU ke depan bisa lebih maju lagi,” ujarnya.
Menjunjung Aturan
Sementara Ketua Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBHNU) Kabupaten Bandung Alexander Finenko mengatakan bahwa pelaksanaan rapat pleno PAW Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bandung sangat menjunjung nilai-nilai yang ada AD/ART serta Perkum Nahdlatul Ulama sehingga proses pelaksanaan pleno berjalan lancar dan tertib dan menghasilkan Pejabat Ketua Tanfidziah PCNU Kabupaten Bandung sampai akhir periode 2026.
“Sebagai rasa syukur atas terpilihnya pejabat Ketua PCNU ini semoga amanah dan semakin menunjukkan kredibilitas sebagai ormas Islam yang ada di Kabupaten Bandung serta bisa bersinergi dengan Pemerintahan Kabupaten Bandung,” harap Alex.
Hadir dalam rapat pleno tersebut Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bandung KH Haidar Mustafa Kamal, Khatib PCNU KH Dr Yusuf Ali Tantowi, Ketua DMI KH Ali Fadhil, para Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bandung, Ketua DKM Masjid Agung Al Fathu KH Agus Ahmad Qustulany, Sekretaris PCNU Kabupaten Bandung KH. Imron Rosadi, para ketua lembaga dan badan otonom (Banom) serta jajaran pengurus NU lainnya.
@mpa/bms