Khawatir Terkena Dampak, Paguyuban Warga Perum Medina Cluster 2 Tolak Pembangunan Tower

Editor :
Suasana musyawarah antara Paguyuban Warga Perum Medina Cluster 2 dengan pihak pengembang dan desa./visi.news/azzam p. ferdian

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pembangunan tower di Dusun Warungkulon, Desa Imbanagara Raya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat diprotes warga Dusun Sukamanah, Desa Imbanagara yang tergabung dalam Paguyuban Warga Perum Medina Cluster 2.

Sebelumnya surat keberatan pembangunan tower tersebut telah dilayangkan kepada pihak PT Centratama Menara Indonesia.
Sementara dari pihak DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Kabupaten Ciamis sudah mengluarkan izin pembangunan tower, tertanggal 6 Juni 2020.

Ketua Paguyuban Warga Perum Medina Cluster 2, Dafiq Syahal, ditemui usai berdialog dengan perwakilan perusahaan P. Centratama Menara Indonesia mengatakan, kekhawatiran warga Perum Medina Cluster 2, yang lokasinya berdekatan dengan titik pemasangan tower, sudah mendapatkan imbas dari jatuhnya puing tower tersebut.

Di samping posisi lokasi yang tidak sesuai dengan kajian, yaitu letaknya mendekati sempadan sungai.

“Keberatan warga terhadap pembangunan tower ini adalah terdiri dari beberapa aspek. Yakni aspek mitigasi bencana, ketidaktransparanan perizinan, serta tempat yang dijadikan titik tower berada di pinggir sungai” kata Dafiq.

Dijelaskannya, letak pembangunan tower tersebut, apa termasuk sempadan sungai atau kajiannya seperti apa. Namun yang pasti itu adalah masuk dalam sempadan sungai. Dan jika ini terjadi ada pengikisan arus sungai, maka rebahan tower akan mengarah ke selatan.

“Jelas saat ambruk reruntuhannya jatuh dan menimpa ke wilayah kami,” tandasnya.

Dafiq menambahkan, di samping itu, pertimbangan aspek kesehatan pun harus dipikirkan dari dampak radiasi yang ditimbulkan bagi masyarakat di sekitar lokasi.

Ia pun menduga, dalam pemenuhan persyaratan administrasi terkait pembangunan tower telah terjadi maladministrasi.

“Tower ini bisa bertahan, bukan hanya setahun atau dua tahun tapi puluhan tahun. Itu artinya menjadi bagian dari kehidupan kami dan tak bisa ditinggalkan. Tentunya kami ingin hidup tanpa ada ancaman radiasi atau sejenisnya,” jelasnya lagi.

Ditemui di tempat terpisah, Kepala Bidang Perizinan DPMPTSP Kabupaten Ciamis, Yayat Hidayat mengaku, pihaknya sudah mengeluarkan izin sesuai dengan prosedural yang telah ditetapkan Pemkab Ciamis. Melalui mekanisme yang ditempuh lewat beberapa kajian dan rekomendasi dari OPD terkait.

“Secara administrasi sudah benar sesuai prosedural. Tim teknis dari Dinas PUPR juga sudah mengkajinya dengan benar, dan tidak ada masalah, ” jelas Yayat di ruang kerjanya, Selasa, (7/7).

Perihal surat keberatan dari Paguyuban Warga Perum Medina Cluster 2, diakui Yayat sudah diterima, bahkan telah disampaikan kepada Bupati Ciamis, dan menginstruksikan kepada pihak desa untuk memfasilitasi serta menjembatani keinginan warga.

“Kalau sesuai prosedur izin sudah terbit, tentu pembangunan berjalan. Tetapi gejolak warga Perum Medina cluster 2 baru muncul. Malam tadi juga sudah ada pertemuan pihak warga dengan perusahaan yang difasilitasi oleh desa, ” terang Yayat.

Berbicara imbas adanya pembangunan tower, tambah Yayat, lokasi tower dengan Perum Medina 2 relatif jauh.

“Terkait radiasi dari titik pusat ke Perumahan Medina cukup jauh sekitar 200 meteran. Jika sudah berdiri radius tinggi tower 0,25 persen dengan kalkulasi 51 meter,” tandas Yayat.

Dikatakannya, lahan yang dijadikan tempat pembangunan tower adalah area milik warga dan bukan sempadan sungai. Bahkan jaraknya 10 meter dari arah sungai.

“Titiknya pun sudah benar sesuai arahan Dinas PUPR. Jadi kami dari DPMPTSP sebagai administrasi telah direkomendasi dari tim teknis yaitu PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, dan Dinas Pertanian,” tambahnya lagi.

Dijelaskan pula, setelah semuanya memenuhi prosedur maka keluarlah rekomendasi dan izin pembangunan pun mulai diberlakukan.@azf

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BNN Kota Tasikmalaya Kembangkan Penangkapan Dua Pengedar Ganja 1,25 Kg

Rab Jul 8 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus mengembangkan penangkapan dua pengedar narkotika jenis ganja dengan barang bukti 1,25 kilogram. Kedua tersangka yang ditangkap yakni berinisial J (47) warga Kecamatan Cibeureum dan E (39) asal Kecamatan Cipedes. “Akan dilakukan pengembangan untuk mengungkap pemasoknya dan anggota jaringan […]