Khawlah binti Tsa’labah Sosok Sahabat yang Revolusioner

Editor Nyai Hj Farida Ulvi Na’imah./muijatim.or.id/via mui.or.id/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JATIM – Nyai Hj Farida Ulvi Na’imah mengisahkan sosok Khawlah binti Tsa’labah sebagai sosok sahabat perempuan yang revolusioner. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber bedah buku ‘Perempuan Menggugat Al-Quran Menjawab’ Selasa (12/04/2022).

“Konsep perempuan menggugat atau mengadu jika dilihat dari sisi historis banyak direkam oleh Al Quran. Di antaranya kasus Khawlah binti Tsa’labah,” katanya dalam acara yang digelar live Instagram @swararahima itu, dilansir dari laman mui.or.id

Menurut Nyai yang menempuh studi sarjana di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut, Khawlah telah berhasil mengubah ketentuan zhihar atau upaya suami untuk menceraikan istrinya dengan cara menyamakan punggung istri dengan mahramnya.

“Hal itu dilatarbelakangi oleh suami Khawlah yakni sahabat Aus bin ash-Shamit yang melihat istrinya salat. Kemudian melihat punggung istrinya lantas ia spontan ingin menyetubuhinya. Suaminya dengan cepat menarik dan meminta berhubungan,” ungkapnya.

Ketika Khawlah menolak, suaminya lantas langsung menceraikan dengan mengatakan ‘kamu seperti punggung ibuku’ atau dalam fiqih dikenal dengan zhihar.

Setelah kejadian tersebut Aus bin ash-Shamit bercerita kepada Nabi Muhammad saw. bahwa dirinya telah mengeluarkan kata-kata tersebut kepada istrinya.

Karena saat itu belum turun wahyu, Nabi Muhammad saw. meminta untuk tidak menyetubuhi istrinya terlebih dahulu. Atau bisa dikatakan Nabi menangguhkan hukumnya.

Khawlah secara revolusioner juga mengadu kepada Nabi dan mengatakan bahwa hukum seperti itu tidak adil terhadap perempuan.

“Tubuh saya semua sudah dinikmati oleh suami, tetapi kenapa akhirnya harus dicerai dengan sebegitu mudahnya”.

Mendengar Nabi menangguhkan hukumnya, Khawlah mengatakan dirinya akan mengadu sendiri kepada Allah SWT. Khawlah pun berdoa dengan menengadahkan tangannya ke langit. Dalam dadanya, berkecamuk perasaan sedih dan duka sebab belum ada ayat yang diturunkan berkaitan dengan masalah yang ia hadapi.

Baca Juga :  TELAAH: Bagaimana Peran Kita Ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam Dihina?

Kejadian itulah yang melatarbelakangi turunnya ayat Al Quran surat Al Mujaadilah ayat 1-4. Yang artinya:

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar tanya jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Ridwan Kamil: Belum Vaksin Lengkap, Pemudik Divaksin di Tempat Tujuan Mudik

Jum Apr 15 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | KOTA BOGOR — Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengemukakan, penyuntikan vaksin penguat atau booster akan dilakukan bagi pemudik yang datang ke kampung halaman, namun belum divaksin. Antisipasi tersebut dilakukan di tempat tujuan mudik. “Sedang kita hitung daerah-daerah yang pemudiknya banyak di Jawa Barat, nyegatnya di desanya. Jadi […]