KHOTBAH JUMAT: Menjadi Pedagang Mulia

Editor :
Ilustrasi masjid./net/ist.

Silahkan bagikan

Oleh Sukahar Ahmad Syafi’i

إِنَّ اْلحَمْدَ لِلّهِ نَحْمَدُهُ وَ نَسْتَعِيْنُهُ وَ نَسْتَغْفِرُهُ، وَ نَعُوْذُ بِاللهِ مِن
شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَ مِنْ سَيِّئاَتِ أَعْمَالِناَ. مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضَلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَا دِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلهَ إِلاَ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. الَّلهُمَّ صَلِّ وَ سَلِّمْ وَ بَارِكْ عَلىَ نَبِيِّناَ مُحَمَّد وَ عَلىَ اٰلِهِ وَ صَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ فَياَعِبَادَ اللهِ. أُصِيْكُمْ وَإَيّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ

Ma’asyiral muslimin, sidang jumat Rahimakumullah

Berdagang adalah salah satu bentuk bisnis yang efektif dalam membuka pintu rezeki. Para sahabat Nabi saw. dan Nabi saw. pun berprofesi sebagai pedagang.

Jika suatu usaha sudah dikaitkan dengan istilah bisnis, maka usaha tersebut tidak akan terlepas dari hitung-hitungan duniawiah.

Hal itu tergantung kecenderungan pelaku usaha tersebut, lebih berat hitungan duniawiahnya, ataukah akhiratnya ataukah seimbang antara dunia dan akhirat.

Allah SWT memberikan visualisasi kepada kita tentang dagang yang selalu untung melalui firman-Nya:

إِنَّ الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَّن تَبُورَ

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.” (QS Fathir : 29)

Quran Surat Fathir ayat 29 ini menunjukkan tentang spirit dagang yang memang seharusnya beruntung dengan beberapa hal sebagai pencapaianya.

Dagang yang beruntung ini mungkin bisa disebut sebagai dagang yang dibalut dengan prinsip dakwah yang merupakan suatu aktivitas utama dalam agama kita.

Jika kita bisa melakukannya sebagaimana ayat di atas, tentu predikat pedagang mulia akan kita dapatkan, mulia di akhirat juga mulia di dunia. (Penulis Alumni PUTM Yogyakarta & Sekretaris Majelis Tarjih & Tajdid PDM Kab. Pati)/@fen/sumber: republika.co.id

Baca Juga :  Hutan Leuser Terus Tumbang, PT. Nia Yulided Bersaudara jadi Perusahaan Sawit Paling Kontroversial di Aceh

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

TAUSIAH: Jauhilah Sikap Sombong (3)

Kam Feb 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Sombong Terhadap Makhluk Bentuk kesombongan yang kedua adalah sombong terhadap makhluk, yakni dengan meremehkan dan merendahkannya. Hal ini muncul karena seseorang bangga dengan dirinya sendiri dan menganggap dirinya lebih mulia dari orang lain. Kebanggaan terhadap diri sendiri membawanya sombong terhadap orang lain, meremehkan dan menghina mereka, serta […]