KHOTBAH JUMAT: Waspadai Godaan Harta

Editor Ilustrasi masjid./net/ist.
Silahkan bagikan

KETAHUILAH bahwa semua pemberian Allah di dunia ini merupakan ujian bagi manusia. Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 28 yang artinya:

“Dan ketahuilah bahwa harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu tidak lain hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar”.

Rasulullah saw. bersabda, innalikulli ummatinfintuw wafitsnatu umutiilmaalu. Artinya, “Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah dan fitnah umat-Ku adalah harta”. (Hadis riwayat At-Tirmidzi dan disahihkan oleh Al-Albani).

Godaan harta pada umat manusia ini akan datang dari berbagai faktor. Salah satunya adalah dari cara mencari harta tersebut.

Dalam menjalankan kehidupan, tentunya banyak kebutuhan yang mengharuskan untuk mencari harta demi menyambung kebutuhan hidup tersebut. Jika senantiasa mengingat dan bertakwa kepada Allah, tentunya cara mencari harta melalui jalan yang benar.

Hal yang dilarang dan tidak disukai oleh Allah SWT adalah mencari harta dengan cara yang salah. Salah dalam hal ini adalah memiliki unsur kezaliman, menyakiti orang lain, serta mengambil harta orang lain dengan cara yang licik.

Hal ini merupakan salah satu cara mencari harta yang buruk dan tidak pernah dilakukan oleh orang yang bertakwa.

Allah berfirman dalam surat An-Nisa ayat 29 yang artinya, “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang dilakukan dengan suka sama suka di antara kalian.”

Allah telah mengatur segala hal termasuk dengan syarat harta yang halal sehingga membawa berkah kepada orang yang mencari dan menggunakannya. Ketika memiliki berkah, berapa pun nilainya akan terasa cukup. Berapa pun nilai harta tersebut, akan memberikan kebaikan pada orang yang memiliki maupun menggunakannya.

Baca Juga :  Hadapi BK Porda, PBFI Kab Bandung Persiapkan Atlet Andalan

Ketika digunakan, harta tersebut akan memberikan manfaat yang akan dirasakan nikmatnya secara langsung. Sedangkan apabila disedekahkan, maka harta tersebut akan diterima sebagai salah satu amalan jemaah kepada Allah Taala.

Sedangkan orang yang tidak bertawakal, pasti sudah mencari harta dengan berbagai cara termasuk cara yang dilarang oleh Allah SWT.

Ketika mendapatkan harta secara haram, pasti berapa pun nilainya tidak akan terasa cukup dan akan selalu kurang. Ketika digunakan, maka akan membawa keburukan. Sedangkan ketika disedekahkan, maka akan ditolak oleh Allah SWT.

Di sisi lain, harta tersebut nantinya membawa masuk ke dalam neraka. Mudah mudahan kita termasuk orang yang bertakwa dan dijauhkan dari api neraka. Aamiin. @fen/sumber: sekolahindonsia.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Liga Europa: Man United dan AC Milan Jaga Asa Juara, Napoli Gigit Jari

Jum Feb 26 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dua tim unggulan, Man United dan AC Milan berhasil mengamankan tiket berlaga di babak 16 Besar Liga Europa 2020-21. Sementara, Napoli secara mengejutkan disingkirkan oleh tim Spanyol, Granada. AC Milan sukses melaju berkat keunggulan gol tandang atas Crvena Zvezda. Sementara, Man United lolos dengan keunggulan agregat 4-0 […]