Search
Close this search box.

Khutbah Arafah Disiarkan dan Diterjemahkan dalam 10 Bahasa, Termasuk Indonesia

Jemaah haji berkumpul melaksanakan wukuf di Arafah, Arab Saudi./foto/muslim judicial council/via sindonews/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS – Berdasarkan arahan Penjaga Dua Masjid Suci, Raja Salman bin Abdulaizizal Saud, Presidensi Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi (GPH) akan menerjemahkan khutbah Arafah dalam 10 bahasa.

Penerjemahan itu telah dilakukan sejak haji 1439 H. Presidensi Umum telah mendapat kehormatan untuk melayani jemaah haji di Masjidilharam dengan menerjemahkan khutbah Arafat untuk dunia muslim dalam berbagai bahasa.

“Proyek ini, pada tahun pertama, dan hingga musim terakhir 1441 H telah menjangkau lebih dari 30 juta pendengar dari seluruh dunia dengan 10 bahasa di seluruh dunia,” ungkap pernyataan pemerintah Arab Saudi.

Bahasa-bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan tersebut adalah Indonesia, Inggris, Prancis, Urdu, Persia, Rusia, Bengali, Cina, Turki, dan Hausa.

Ada berbagai tujuan mengapa khutbah itu diterjemahkan dalam berbagai bahasa dunia.

“Pertama, untuk melanjutkan upaya terhormat Kerajaan Arab Saudi untuk melayani jemaah haji dan menyediakan semua sarana yang diperlukan untuk memfasilitasi kinerja ritual mereka dengan manfaat penuh,” papar pemerintah Saudi.

“Kedua, untuk menunjukkan citra Islam yang benar dan moderasinya. Ketiga, untuk menyediakan jemaah haji dan muslim dengan materi agama dalam beberapa bahasa sesuai dengan aturan dan pedoman yang diperlukan. Empat, untuk memastikan penyampaian pesan Islam kepada dunia dengan menggunakan teknologi modern,” papar pemerintah Saudi.

Target pemirsa dalam proyek itu adalah untuk menyiarkan khutbah yang diterjemahkan dari bahasa Arab untuk jemaah haji yang tidak berbahasa Arab di Arafah, muslim di seluruh dunia dan non-muslim lain yang tertarik mendengarkannya. @fen/sumber: sindonews

Baca Berita Menarik Lainnya :