KHUTBAH JUMAT: Beramal dengan Ikhlas

Editor :
Ilustrasi masjid./net/ist.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS –

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.

Ikhlas artinya memurnikan tujuan berta-qarrub kepada Allah SWT dari hal-hal yang mengotorinya. Arti lainnya menjadikan Allah SWT sebagai satu-satunya tujuan dalam segala bentuk ketaatan. Atau mengabaikan pandangan makhluk dengan cara selalu berkonsertasi kepada khalik.

lkhlas adalah diterimanya amal salih yang dilaksanakan sesuai dengan sunah Rasulullah saw. Allah SWT telah memerintahkan kita, dalam firman-Nya dijelaskan:

“Dan mereka tidak disuruh kecuali supaya beribadah kepada Allah dengan memurnikan dien (agama) kepada-Nya, lagi bersikap lurus.” (QS AI Baqarah: 5)

Abu Umamah meriwayatkan, seseorang telah menemui Rasulullah saw. bertanya, “Bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang berperang untuk mendapatkan pahala?”
Rasulullah saw. menjawab, “Fa tidak mendapatkan apa-apa.”
Orang tadi mengulangi pertanyaannya tiga kali, dan Rasulullah saw. pun telah menjawab, “Fa tidak mendapatkan apa-apa.”
Lalu beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah SWT tidak menerima suatu amal, kecuali jika dikerjakan murni karenaNya dan mengharap wajah-Nya.” (HR Abu Dawud)

Baca Juga :  Narapidana Teroris di Tasikmalaya Mengucapkan Ikrar Setia kepada NKRI

Abu Sa’id AI Khudriy r.a meriwayatkan bahwa pada waktu haji wada’, Rasulullah saw. bersabda; “Semoga Allah SWT mencerahkan orang yang mendengar kata-kataku lalu menjaganya. Betapa banyak orang yang membawa pemahaman, tetapi ia sendiri tidak paham. Tiga hal yang seorang mukmin tidak akan dengki terhadapnya; mengikhlaskan amal kepada Allah, memberikan loyalitas kepada para pemimpin kaum muslim, dan selalu bergabung dengan jemaah mereka.” (HR AI Bazaar)

Maksudnya, ketiga hal di atas dapat memperbaiki hati. Barangsiapa menjadikan ketiganya sebagai akhlak, pasti hatinya akan bersih dari khianat, kerusakan dan kejahatan.

Seorang hamba hanya akan selamat dari godaan setan dengan keikhlasan. Allah SWT berfirman, mengungkapkan pernyataan lblis.
Atinya, kecuali hamba-hamba-Mu yang selalu ikhlas. (QS Shaad ayat 83)

Diriwayatkan seorang yang salih berkata kepada dirinya sendiri. “Wahai diri, ikhlaslah, maka kamu akan selamat!”
Apabila suatu amal telah tercampuri oleh harapan-harapan duniawi yang disenangi oleh diri dan hati manusia, sedikit atau banyak, maka sungguh kerjernihan amal itu telah tercemari, dan hilang pulalah keikhlasan.

Padahal kebanyakan manusia terlena dalam harapan-harapannya dan juga syahwatnya.
Hampir tidak ada suatu amalan atau ibadah yang dilakukan oleh seseorang, bisa benar-benar bersih dari harapan-harapan yang sebenamya tidak berharga ini.

Itulah sebabnya ada pepatah, “Barangsiapa yang sesaat dari umurnya telah dengan ikhlas, hanya mengharap wajah Allah, pastilah ia akan selamat.”

lkhlas adalah membersihkan hati dari segala kotoran sedikit atau banyak sehingga tujuan dari taqarrub benar-benar murni karena Allah SWT, bukan yang lain.

Hal ini hanya akan datang dari seseorang yang mencintai Allah SWT dan menggantungkan seluruh harapannya di akhirat, yang tidak tersisa tempat di hatinya untuk mencintai dunia.

Baca Juga :  Semua Rumah Sakit Penuh, Video Kades Membawa Pasien Terduga Covid-19 Viral

Bila ia makan, minum, ataupun membuang hajat, semuanya dikerjakan dengan ikhlas dan dengan niat yang benar.
Adapun siapa yang tidak demikian, sesungguhnya pintu ikhlas tertutup rapat darinya, kecuali sedikit saja.

Seseorang yang dipenuhi oleh kecintaan kepada Allah SWT dan akhirat pasti seluruh aktivitas hariannya merupakan cerminan dari cita-citanya sehingga keseluruhannya dilakukan dengan ikhlas.

Begitu juga dengan orang yang telah dikalahkan oleh gemerlap dunia, derajat, pangkat, dan segala sesuatu selain Allah SWT, seluruh aktivitasnya pun merupakan cerminan dari harapan-harapannya. Tidak ada salat, puasa atau ibadah lain, yang dikerjakan dengan ikhlas.

Resep untuk ikhlas adalah memupus kesenangan-kesenangan hawa nafsu, ketamakan terhadap dunia, dan mengusahakan agar hati selalu terfokus kepada akhirat. Hal ini akan sangat memudahkan seseorang untuk menggapai keikhlasan.

Banyak orang yang berpayah-payah untuk beramal menyangka bahwa ia melakukannya ikhlas karena Allah SWT, padahal ia telah tertipu. Hal ini karena ia tidak memperhatikan perkara-perkara yang bisa merusak keikhlasan.

Sebagaimana dikisahkan, ada seseorag yang selalu menunaikan salat di saf pertama.
Suatu ketika ia terlambat dan salatlah ia di saf kedua. Lalu ia diliputi rasa malu karena dilihat oleh orang banyak.

Maka tahulah ia bahwa ketenangan hatinya dalam melaksanakan salat di saf pertama selama ini disebabkan oleh pandangan orang-orang kepada-Nya. Inilah satu contoh, betapa sedikit amal yang dikerjakan dengan ikhlas. Betapa sedikit orang yang menyadarinya, kecuali orang-orang yang mendapatkan taufiq dari Allah SWT.

Adapun orang-orang yang lalai dari-Nya, mereka akan mendapati kebaikan-kebaikan mereka telah berubah menjadi keburukan, pada hari kiamat.

Tentang mereka Allah SWT berfirman;
“Dan (pada hari kiamat) jelaslah bagi mereka dari Allah apa-apa yang belum pernah mereka perkirakan. Dan jelaslah bagi mereka keburukan dari apa-apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Az Zumar: 47-48)

Baca Juga :  PM Inggris dan Presiden Prancis Tolak Pembentukan Liga Super Eropa

Katakanlah, “Maukah kalian Kami kabarkan tentang orang-orang yang paling merugi amalan mereka? Yaitu orang-orang yang telah sia-sia usaha mereka di dunia, sedangkan mereka menyangka telah mengerjakannya dengan sebaik-sebaiknya.” (QS Al Kahfi: 103)

Berikut beberapa yang atsar tentang ikhlas;

1. Y a’ qub berkata, “Orang yang ikhlas adalah orang yang menyembunyikan kebaikan-kebaikannya, sebagaimana ia menyembunyikan keburukankeburukannya.”

2. As Suusiy berkata, “Ikhlas adalah tidak merasa telah berbuat ikhlas. Barangsiapa masih menyaksikan keikhlasan dalam ikhlasnya, maka keikhlasannya masih membutuhkan keikhlasan lagi.”

3. Ayyub berkata, “Bagi para aktivis, mengikhlaskan niat jauh lebih sulit daripada melakukan seluruh aktivis.”

4. Sebagian ulama berkata, “Ikhlas sesaat berarti keselamatan abadi. Tetapi ikhlas itu sulit sekali.”

5. Suhail pemah ditanya tentang sesuatu yang paling berat bagi diri. Ia menjawab, “Yaitu ikhlas, sebab dengan ikhlas, diri tidak mendapatkan bagian dari apa yang dikerjakan sama sekali.”

6. Fudlail berkata, “Meninggalkan suatu amal karena orang lain adalah riya’. Sedangkan beramal karena orang lain adalah syirik.
Adapun ikhlas adalah ketika Allah SWT menyelamatkanmu dari keduanya.”

Semoga Allah SWT selalu membimbing kita dalam agamanya yang lurus dan beramal dengan ikhlas untuk menggapai rida Allah SWT.

بارك الله لي ولكم في القران العظيم ونفعني واياكم بما فيه من الايات والذكرالحكيم اقول قولي هذا واستغفر الله العظيم لي ولكم ولسا ئر المسلمين والمسلمات فاستغفروه انه هوالغفورالرحيم

@fen/sumber: tribunjateng.com (dikutip dari buku Kumpulan Naskah Khutbah Jum’at Aktual yang diterbitkan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam tahun 2011)

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga "Ur" Warisan Mang Haji, Obituari Almaghfurlah KH Fuad Affandi

Jum Nov 26 , 2021
Silahkan bagikanmoreVISI.NEWS – Sudah lama saya mengenal mang Haji Fuad Afandi, pimpinan Pondok Pesantren Al Itifaq, Rancabali Ciwidey. Semula hanya kenal begitu-begitu saja. Saya wartawan beliau narasumber ekonomi pertanian. Hubungan mulai dekat setelah kami mendirikan Yayasan Odesa yang bergerak dalam mengentaskan kemiskinan dan berbasis ekologi. Mang Haji banyak membantu memberikan […]