KHUTBAH JUMAT: Mendidik Anak dengan Akidah

Editor Ilustrasi masjid./net/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS –

الحمد لله الذى صدق وعده ونصرعبده واعز جنده وهزم الاحزا ب وحده.
اشهد ان لااله الا الله وحده لا شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله لا نبى بعده.
اللهم صل وسلم على سيدنا محمد صلى الله عليه وسلم وعلى اله واصحابه ومن والاه. اما بعد
فيا ايها الحاضرون او صيكم ونفسى بتقوى الله اتقوا الله حق تقاته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون.
فقد فال الله تعالى فى كتا به المبين اعوذ با لله من الشيطا ن الرجيم بسم الله الرحمن الرحيم : يايها الذين امنوااتقواالله حق تقاته ولا تمو تن الا وانتم مسلمون.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT atas limpahan karunia serta nikmat-Nya.
Sehingga alhamdulillah sampai hari ini kita masih diberi kesempatan melaksanakan tugas-tugas dan aktivitas kehidupan.

Pelaksanaan tugas-tugas dan aktivitas kehidupan tersebut, kita lakukan dalam rangka upaya meraih dua kemenangan hidup.
Di antaranya adalah meraih bahagia di dunia dan bahagia di akhirat.

Begitulah visi dan misi kehidupan seorang mukmin sebagaimana diarahkan Allah SWT dalam firman-Nya;

وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗاِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ

“Dan carilah apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (Surat Al Qashash ayat 77)

Selawat dan salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad saw. beserta sahabat dan keluarganya.

Baca Juga :  Pelaku Usaha Transportasi Ubah Strategi Bisnis Saat Pandemi

Usaha untuk dapat meraih 2 kemenangan hidup tersebut, marilah senantiasa kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, sebagaimana Allah swt berpesan :

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.” (Surat Ali Imran ayat 102)

Semangat ketakwaan adalah bagian dari upaya meraih kebahagiaan dan keselamatan di dunia dan akhirat hendaknya tidak cuma dibangun pada diri sendiri.

Selanjutnya yang harus dibangun juga di lingkungan keluarga yang menjadi tanggung jawab kita.

Allah SWT memerintahkan sebagaimana tersirat dalam firman-Nya;

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَاَهْلِيْكُمْ نَارًا وَّقُوْدُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلٰۤىِٕكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَآ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (Surat At Tahrim ayat 6)

Bagian penting dari keluarga yang perlu mendapatkan perhatian adalah anak.

Rasulullah saw. mengingatkan bahwa orangtua memiliki tanggung jawab yang besar terhadap akan jadi apa seorang anak dalam menempuh kehidupan-nya.

Hal ini tersirat oleh sabda HR Muslim.

“Setiap anak itu dilahirkan dalam keadaan suci, maka sesungguhnya orangtua nyalah yang menjadikan Yahudi, Nasrani, atau Majusi”. (HR Muslim)

Sabda Rasulullah tersebut sebuah nasehat tentang tanggung jawab orangtua atas terbangun dan terpeliharanya akidah anak yang menjadi tanggung jawabnya.

Sebab pendidikan akan menentukan bahwa apakah anak akan menjadi Yahudi, Nasrani, atau Majusi.

Sedangkan untuk jadi seorang muslim sangat tergantung pada akidah yang terbangun dalam dirinya. Saat akidahnya Yahudi maka si anak akan menjadi Yahudi.

Baca Juga :  Langkah Politik Strategis KIB, Diperhitungkan Parpol Lain

Dengan demikian, ketika si anak dibentuk menjadi seorang muslim dan menjalankan ketakwaannya, maka hal yang harus ditanamkan terlebih dahulu adalah akidah Islamiah. Ketakwaan berkaitan dan tidak bisa dipisahkan dengan masalah akidah.

Akidah adalah unsur paling esensial dan fundamental (menjadi landasan utama) dalam membangun ketakwaan. Tak ada ketakwaan tanpa berdasar kepada akidah.

Dalam ajaran Islam, akidah adalah aspek yang harus dimiliki terlebih dahulu, sebelum yang lain.

Untuk membangun dan memelihara ketakwaan hendaknya harus berfondasikan terbangun dan terpeliharanya akidah.

Inti dasar dari akidah adalah kepercayaan dan keyakinan. Dalam Alquran, akidah diistilahkan dengan iman.

Inti dari akidah dalam Islam tersirat dalam 2 (dua) kalimah syahadat. “Asyhadu an-Laailaaha IllAllah. Wa Asyhadu anna Muhammadan Rasuulullaah.”

Artinya bersaksi dengan sepenuh keyakinan bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah dan bersaksi serta meyakini bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.

Selanjutnya tidak ada lagi ke nabi-nabian dan ke Rasulan .

Tentang betapa pentingnya kedudukan akidah dalam kehidupan, Allah SWT mengingatkan manusia seperti tersirat dalam firman-Nya;

“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh serta nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.” (Surat Al ‘Ashr)

Allah mengingatkan bahwa kemenangan (keberuntungan) hidup dapat dicapai melalui terpeliharanya kelurusan dan kekokohan akidah.

Keimanan perwujudannya berupa kemampuan membangun amal salih (ketakwaan) disertai kemampuan diri untuk senantiasa dalam kebenaran dan kesabaran.

Amal salih sebesar apa pun tanpa dibangun di atas fondasi kelurusan akidah, tidak akan mempunyai arti dan nilai apa-apa di hadapan Allah SWT.

Dalam situasi kehidupan di mana semakin deras kita perlu meningkatkan kewaspadaan diri.

Baca Juga :  Penyelidikan Kasus Kematian Diego Maradona Seret Tiga Nama Baru

Kewaspadaan diri ini dari meningkatnya penyebaran faham-faham atau pandangan-pandangan yang akan merusak dan melemahkan akidah.

Tujuannya supaya tidak terpeleset bahkan terjerumus ke dalam kerusakan bahkan kesesatan akidah.

Akidah yang lurus dan kokoh bakal menjadikan pijakan serta pemberi arah bagi kehidupan yang senantiasa berada.

Akidah lurus dan kokoh mampu memberikan pijakan kokoh bagi seseorang untuk senantiasa menjalankan kehidupan beragamanya sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw.

Hal ini membuktikan betapa penting dan sangat fundamenalnya penanaman akidah.

بارك الله لى ولكم فى القران العظيم ونفعنى واياكم بما فيه من الايت والذكر الحكيم وتقبل منى ومنكم تلاوته انه هو السميع العليم.

واستغفرالله العظيم لى ولكم ولوالدى ولوالد يكم ولسائرالمسلمين والمسلمات فاستغفروه فيا فوزالمستغفرين ويا نجاة التا ئبين

@fen/sumber: tribunjateng.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

TELAAH: 10 Keistimewaan Al Quran yang Perlu Diketahui (2/Habis)

Jum Sep 3 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – 6. Al-Quran adalah Mental Healer Terkait dengan salah satu isu yang populer di media sosial saat ini, mental health, Al-Quran dapat berkontribusi dalam memberi ketenangan batin bagi setiap orang. Bagi penderita gangguan mental, selagi melakukan pengobatan disarankan untuk membarenginya dengan meningkatkan interaksi dengan Al-Quran. مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ […]