KHUTBAH JUMAT: Meraih Ketenangan Batin dengan Salat

Editor :
Ilustrasi./via tribunjateng.com/ist.

Silahkan bagikan

Oleh Drs. H. Muhammad Saidun, M.Ag.

ALLAH SWT berfirman;

وَأَقِيمُواالصَّلاةَ وَآتُواالزَّكَا ةَ وَارْكَعُوا مَعَ لرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang yang ruku’.” (QS Al Baqarah ayat 43)

Salat adalah rukun Islam, dengan mendirikannya berarti kita telah mendirikan agama, dan dengan meninggalkannya berarti kita telah meruntuhkan sendi-sendi agama.

Mendirikan salat tentu bukan sekadar melaksanakan ala kadarnya. Tapi melaksanakannya dengan sepenuh jiwa raga untuk mencapai kesempurnaan, dan memperoleh buahnya yang dapat dirasakan dalam kehidupan nyata kita, oleh diri kita, keluarga kita dan masyarakat sekitar kita.

Ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan agar salat yang kita tunaikan punya fungsi sebagaimana mestinya.

Pertama, salat dilakukan dengan khusyuk.

Selain sebagai ibadah jasadiyyah, salat juga merupakan ibadah ruhiyyah. Salat adalah zikir kepada Allah yang terbesar. Saat salat itu adalah kesempatan kita berhadapan dialog (mikraj) dengan Allah.

Karena hal itu, tidak hanya jasmani kita yang menghadap Allah saat kita salat, tetapi juga ruh dan hati kita, yang semestinya ikut menghadap dan berdialog dengan Allah Taala.

Dengan sikap batin seperti ini buah salat akan benar-benar kita rasakan dalam kehidupan nyata, yaitu ketenangan jiwa, terbentengi dari perilaku keji dan munkar serta terbentuknya pribadi mukmin yang mempesona.

Allah berfirman;

تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

“Kamu lihat mereka rukuk dan sujud mencari karunia Allah dan keridaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud.” (QS Al Fath ayat 29)

Kedua, salat kita tunaikan di awal waktu.

Karena salat adalah kewajiban yang telah ditentukan waktu pelaksanaannya.

Allah berfirman;

إِنَّ ٱلصَّلَوةَ كَانَت عَلَى ٱلمُؤمِنِينَ كِتَبا مَّوقُوتا

“Sesungguhnya salat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An Nisa ayat 103)

Salat yang dilaksanakan di awal waktu adalah amalan paling dicintai Allah Taala. Rasulullah saw. saat ditanya tentang amalan paling utama, beliau bersabda;

الصَّلَاةُ فِي أَوَّلِ وَقْتِهَا

“Yaitu salat di awal waktu.” (HR Abu Dawud)

Salat di awal waktu, selain menjadi indikator tingkat ketakwaan seseorang, juga menunjukkan keinginannya untuk segera memperoleh ampunan dari Allah Taala.

Karena di antara fungsi salat adalah sebagai pembersih dosa. Rasulullah bersabda;

أَرَأَيْتُمْ لَوْ أَنَّ نَهَرًا بِبَابِ أَحَدِكُمْ، يَغْتَسِلُ فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ خَمْسًا، مَا تَقُولُ ذَلِكَ يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ؟ قَالُوا:لَا يُبْقِي مِنْ دَرَنِهِ شَيْئًا.قَالَ : فَذَلِكَ مِثْلُ الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا.

“Apa pendapat kalian, jika di depan pintu rumah salah seorang diantara kalian terdapat sungai, yang ia mandi di sungai tersebut lima kali sehari, apakah tersisa kotoran di tubuhnya? Para sahabat menjawab; tidak tersisa kotoran sedikit pun. Kemudian Rasul bersabda; yang demikian itu seumpama salat lima waktu yang Allah menghapuskan dosa-dosa dengannya.” (HR muttafaqun alaih)

Dari Abu Qatadah bin Rib’iy, ia berkata;

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: إِنِّي فَرَضْتُ عَلَى أُمَّتِكَ خَمْسَ صَلَوَاتٍ، وَعَهِدْتُ عِنْدِي عَهْدًا أَنَّهُ مَنْ جَاءَ يُحَافِظُ عَلَيْهِنَّ لِوَقْتِهِنَّ أَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ، وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهِنَّ فَلَا عَهْدَ لَهُ عِنْدِي

“Rasulullah bersabda, Allah Taala berfirman; sesungguhnya Aku mewajibkan umatmu salat lima waktu dan Aku berjanji bahwa barangsiapa yang menjaga waktu-waktunya, pasti Aku akan memasukkannya ke surga. Dan barangsiapa tidak menjaganya maka dia tidak mendapatkan apa yang Aku janjikan.” (HR Abu Dawud dan dihasankan oleh Syeikh Al Albani)

Ketiga, kita dirikan salat dengan berjemaah.

Ibnu Umar radhiyallahu anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda;

صَلا ةُ الْجَمَاعَةِ تَفْضُلُ صَلا ةَ الْفَذِّ بِسَبْعٍ وَعِشْرِينَ دَرَجَةً

“(Pahala) salat berjemaah lebih utama duapuluh tujuh derajat daripada salat sendirian.” (HR Bukhari Muslim)

Keempat, kita tunaikan salat di masjid-masjid kita.

Betapa keutamaan yang Rasulullah janjikan kepada orang-orang yang menunaikan salatnya di masjid-masjid baitullah. Rasulullah saw. bersabda;

“Jika seseorang berwudu lalu menyempurnakan wudunya, lalu keluar menuju masjid dengan niat semata-mata untuk mengerjakan salat, maka setiap langkah kaki yang diayunkan akan dibalas dengan diangkat derajatnya dan dihapus kesalahannya.

Jika ia mengerjakan salat, maka malaikat senantiasa berdoa (memohonkan rahmat) untuknya selagi ia berada di dalam masjid itu dalam keadaan suci, seraya berkata, ya Allah berilah rahmat kepadanya, ya Allah sayangilah ia. Dan ia senantiasa (dicatat) dalam keadaan salat selama ia menunggu (pelaksanaan) salat (fardu) berikutnya.” (HR Bukhari Muslim)

Kelima, kita sempurnakan salat kita dengan salat-salat sunat.

Karena kita tidak yakin bahwa salat fardu kita sempurna dan diterima oleh Allah Taala. Memperbanyak salat sunat adalah cara untuk menyempurnakan salat fardu yang mungkin masih banyak kekurangan dan kesalahannya.

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulullah saw. bersabda yang artinya;
“Sesungguhnya amal ibadah manusia yang pertama kali dihisab adalah salat. Allah berfirman kepada para malaikat-Nya (meski Dia Maha Mengetahui), lihatlah salat hambaku, apakah ia melakukannya dengan sempurna atau tidak sempurna? Jika salatnya ia lakukan dengan sempurna, maka ditulis bahwa salatnya sempurna.

Jika terdapat sedikit kekurangan, lihatlah apakah hamba-Ku melakukan salat tathawwu’ (sunat)?

Jika ia melakukan salat tathawwu’, sempurnakanlah salat fardunya dengan salat tathawwu’-nya. Kemudian semua amal ibadah dihisab dengan cara demikian.” (HR Abu Dawud, Ibnu Majah & Ad Darimi)

Demikianlah, ikhtiar yang perlu kita lakukan agar salat kita memberikan buah dalam kehidupan nyata kita.

Yaitu tentang ketenangan jiwa, terbentengi dari perilaku keji, munkar serta terbentuknya pribadi mukmin sejuk menyejukkan dan mempesona. Aamiin yaa Rabbal ‘aalamiin. @fen/sumber: tribunjateng.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Daftar Negara yang Awal Ramadannya Jatuh pada 13 April

Kam Apr 1 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Menurut pernyataan dari Pusat Astronomi Internasional, sebagian besar negara muslim akan berusaha melihat penampakan bulan untuk menandai dimulainya Ramadan pada 12 April 2021 (29 Sya’ban, 1442 Hijriah). Menurut Direktur Pusat Astronomi Internasional Insinyur Muhammad Shawkat Odeh berikut ini negara-negara yang diperkirakan akan melihat bulan pada 12 April. […]