KHUTBAH JUMAT: Semua akan Berhenti pada Waktunya

Editor Ilustrasi masjid./net/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kehidupan bukanlah sebuah perjalanan yang tanpa pertanggungjawaban, kehidupan bukanlah sebuah masa dan waktu belaka yang tanpa mendapat perhitungan kelak di akhirat, kehidupan bukanlah hari-hari, bulan dan tahun yang tanpa penghisaban, namun, kehidupan adalah perjalanan, masa, waktu, hari, dan tahun yang setiap makna dari kehidupan tersebut akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah Taala.

Setiap manusia, apa pun kedudukan dan jabatannya, apa pun status sosialnya, dan apa pun takdir penciptaannya, maka akan datang kepada mereka waktu bahwa mereka akan diberhentikan dalam satu batas perhentian, untuk mereka akan ditanya dan diminta pertanggungjawaban kehidupannya. Allah Taala berfirman dalam al-Quran surat As-Saffat ayat yang ke 24,

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْؤُولُونَ

“Dan tahanlah mereka (di tempat perhentian) karena sesungguhnya mereka akan ditanya”.

Begitu adilnya Allah Taala, begitu bijaksananya Allah, karena tiada satu pun makna kehidupan, tiada satu pun nilai kehidupan, kecuali makna dan nilai kehidupan tersebut akan diberhentikan di suatu batas perhentian untuk ditanya dan diadili.

Allah Taala berfirman dalam al-Quran surat al-Hijr ayat 92 dan 93,

فَوَرَبِّكَ لَنَسْأَلَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Maka demi Tuhanmu, Kami pasti akan menanyai mereka semua, tentang apa yang telah mereka kerjakan dahulu”.

Di antara makna dan nilai kehidupan yang akan diberhentikan pada batas pemberhentian kelak di akhirat, untuk ditanya dan diadili terlebih dahulu adalah:

Pertama : Makna dan nilai kehidupan berupa pendengaran, penglihatan, dan hati. Semua itu akan diberhentikan pada batasnya, untuk kemudian akan ditanya oleh Allah Taala tentang apa yang telah mereka perbuat semasa di dunia. Allah Taala berfirman dalam al-Quran surat al-Isra’ ayat yang ke 36,

Baca Juga :  Lewat Single “Kau Memilih Setia” Jovi Amore Ekspresikan Suasana Hati

إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولًا

“Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggunganjawabnya”.

Kedua : Makna dan nilai kehidupan berupa umur, ilmu, harta dan jasad. Yang semuanya juga akan diberhentikan pada batas penghisabannya. Sebagaimana dalam sabda Rasulullah sallallahu alaihi wassallam,

لاَ تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَا فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَا أَبْلاَهُ

“Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya di manakah ia habiskan, (2) ilmunya di manakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh dan (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya di manakah usangnya”. (HR Tirmidzi)

Ketiga : Makna dan nilai kehidupan berupa keluarga, yang kelak juga akan diberhentikan pada batas pemberhentian pertanggungjawabannya, sebagaimana firman Allah Taala dalam al-Quran surah At-Tahrim ayat yang ke 6,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلائِكَةٌ غِلاظٌ شِدَادٌ لا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Keempat : Makna dan nilai kehidupan berupa jabatan dan dan kepemimpinan, yang juga kelak akan diberhentikan pada batas pengadilannya, sebagaimana dalam sabda Rasulullah sallallahu alaihi wassalam,

أَلاَ فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ

“Ketahuilah, setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang orang yang dipimpinnya”. (HR Bukhari)

Baca Juga :  Ema Sumarna Acungi Jempol Warga RW 1 Kacapiring Tangani Covid-19

Kelima: Makna dan nilai kehidupan berupa nikmat dan segala macamnya, semua nikmat tersebut yang manusia berbangga-bangga dengannya, akan diberhentikan pada batasnya, untuk semuanya akan ditanya dan diadili. Allah Taala berfirman dalam al-Quran surah At-Takasur ayat yang ke 8,

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ

“Kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu)”.

Demikianlah beberapa makna dan nilai kehidupan yang akan diberhentikan pada batas pemberhentiannya, untuk kemudian ditanya dan diadili oleh Allah Taala dari apa yang telah mereka perbuat.

Semoga Allah meringankan dan memudahkan kelak untuk kita semua, dalam menjalani masa pengadilan yang abadi, setelah kita meninggalkan dunia yang singkat dan sebentar ini, Amiin Yaa Rabbal A’lamiin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ

@fen/sumber: islampos 

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komnas Haji Minta Kemenag Fokus Persiapkan Misi Haji 2022

Jum Jun 11 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Komnas Haji Umrah  menyarankan sebaiknya  pemerintah konsentrasi pada kepastian haji 2022 dan persiapan jika umaoh  dibuka kembali. Daripada menuruti beberapa pihak untuk melobi Arab Saudi meminta jatah kuota.  “Karena bila melihat jadwal penyelanggaraan ibadah haji, saat ini sudah memasuki fase krusial persiapan rombongan haji Indonesia,” kata Ketua […]