KHUTBAH JUMAT: Tegakkan Agama dengan Salat

Editor Ilustrasi./via tribunjateng.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kita tidak pernah tahu, apakah ibadah yang kita lakukan selama ini, seperti salat, zakat, puasa, bahkan ibadah haji kita ini diterima Allah SWT.

Jangan-jangan ibadah yang kita laksanakan selama ini tertolak di hadapan-Nya lantaran ketidak ikhlasan, sambong, maupun gede rasa sehingga amal ibadah yang kita laksanakan selama ini menjadi harapan dalam rangka memperoleh rida Allah yang sirna tanpa bekas.

Oleh karena itu, marilah kita banyak memohon ke hadirat Allah SWT. “Ya Rabb, sekecil apa pun ibadah yang kami tunaikan semoga Engkau berkenan menerima dengan penuh keridaan-Mu.”

Marilah kita senantiasa berupaya meningkatkan kualitas takwa kepada-Nya.
Takwa dengan cara menjalankan semua perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya.

Takwa dengan sikap rendah hati ibarat lesus jugrug, ngasat segoro, ngetung cacahing banyu udan. Tetapi sikap ketawaduan kepada-Nya harus kita jadikan sebagai kekuatan.

Karena ibarat ‘celupkan jarimu di lautan, maka air yang menempel di jari telunjukmu’. Itulah ilmu yang kita miliki. Sementara samudra nan luas ialah ilmu Allah.

Jadi tidak ada sedikit pun yang bisa kita banggakan di hadapan Allah SWT selain amal salih kita.

Qana’ah adalah cermin dari orang yang bertakwa. Qana’ah artinya merasa cukup akan nikmat Allah yang dikaruniakan kepada kita (nrimo ing pandum). Inilah yang disebut dengan kekayaan atau kebahagiaan.

“Sesungguhnya kebahagiaan itu adalah panjang usia dan tetap memiliki komitmen dalam beribadah kepada Allah SWT.” Menerima dan merasa cukup akan nikmat Allah SWT akan mampu mewujudkan manusia menjadi ahli syukur yang kemudian akan menjadikan manusia pada tingkatan wira’i (ahli ibadah) karena Allah telah berfirman dalam Surat Az Zariyat ayat 56.

Baca Juga :  Kota Bandung Turun ke PPKM Level 2

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.”

Orang-orang yang bertakwa dan meyakinkan serta menyerahkan diri hanya kepada Allah-lah yang akan memperoleh kebahagiaan sejati.

Inilah kekuatan spiritual kita, dengan modal takwa insyaallah kebahagiaan dunia dan akhirat akan mampu kita raih.

Negara kita adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana pilar kebangsaan harus senantiasa kita pegang teguh sehingga mampu menghantarkan kita menjadi hamba yang cinta tanah air berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Jika pilar kebangsaan ini terapresiasi dan kita jadikan sebagai langkah perjuangan dalam mengisi kemerdekaan, maka insyaallah akan terwujud masyarakat khubbul wathan minal iman yang adil dan makmur gemah ripah loh jinawi.

Mengapa demikian?

Karena udara yang kita hirup ini adalah udara Indonesia, makanan minuman adalah sumber kekayaan yang kita peroleh dari bumi tercinta dan ditumbuh suburkan dengan panas matahari Indonesia. Maka tidak ada alasan untuk tidak cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Inilah yang kemudian kita tanamkan sebagai rasa nasionalisme. Allah SWT berfirman yang berbunyi;

اُتْلُ مَآ اُوْحِيَ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ وَاَقِمِ الصَّلٰوةَۗ اِنَّ الصَّلٰوةَ تَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ ۗوَلَذِكْرُ اللّٰهِ اَكْبَرُ ۗوَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah salat. Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surat Al Ankabuut ayat 45)

Rasulullah saw. pada 14 abad lalu telah menyampaikan, ‘Ash shalatu ‘imaduddin faman aqamaha faqad aqamaddin waman tarakaha faqad hadamaddin’.

Baca Juga :  Setelah ID Vaksin, Mesin Otomatis Makanan pun Minta No HP

“Salat adalah tiang agama, barangsiapa mendirikan salat maka ia telah menegakkan agama dan barang siapa meninggalkan agama maka ia telah meruntuhkan agama.”

Oleh karena itu salat adalah kekuatan agama, dengan meyakini keberadaan Tuhan sebagai manivestasi dari Sila Pertama Dasar Negara kita.

Manakala salat kita tegakkan maka tegak pulalah agama ini. Tetapi sebaliknya jika salat kita tinggalkan, maka akan runtuhlah agama ini.

Mudah-mudahan kita mampu menegakkan salat sampai menghadap ke hadirat Allah SWT dan dalam keadaan husnul khatimah.
Amin ya rabbal ‘alamin. @fen/sumber: tribunjateng.com

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Komnas Haji dan Umrah Apresiasi Keputusan Pemerintah

Jum Jun 4 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Ketua Komnas Haji Umrah Mustolih Siradj mengapresiasi keputusan pemerintah membatalkan misi haji di masa pandemi. Keputusan tersebut sebagai upaya menyelamatkan jemaah haji dari terpapar Covid-19. “Atas keputusan tersebut Komnas Haji dan Umrah memberikan apresiasi karena Pemerintah menempatkan keselamatan calon jemaah di atas segala-galanya,” kata Mustolih saat dihubungi, […]