KIB Dorong Demokrasi Berkualitas

Editor Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti. /visi.news/ist
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang digagas oleh Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan ikhtiar untuk menyatukan berbagai komponen bangsa dalam wadah persatuan dan melanjutkan legacy Pemerintah kepada rakyatnya.

“KIB bisa menyatukan partai-partai dari berbagai aliran dan bebas politik identitas sehingga ke depan Indonesia tidak selalu terjebak dalam praktik demokrasi yang tidak berkualitas dan sebaliknya mendorong praktik demokrasi yang semakin berkualitas,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti di Jakarta, Rabu (22/6/2022).

Srikandi Beringin ini menyebut pembentukan KIB melalui para ketua umumnya yakni Ketum Golkar Airlangga Hartarto, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum PPP Suharso Monoarfa sudah tepat atau on the right track sesuai dengan cita-cita luhur -sila Pancasila baik dalam proses dan filosofi pembentukannya, tujuan dan harapan yang ingin dicapai, serta bagaimana memastikan suksesi Pemerintahan mendatang tidak terjadi politik pembelahan atau polarisasi antar anak bangsa yang berakibat terkoyaknya Merah Putih. Ketiga pemimpin parpol telah bersepakat untuk membentuk KIB dalam rangka menghadapi Pemilu tahun 2024.

Menurutnya, wadah seperti KIB sangat dibutuhkan untuk mengakomodasi dan menjembatani berbagai kepentingan politik dan aliran politik yang sangat beragam di Indonesia. Dengan adanya KIB maka berbagai kepentingan dan aliran politik dapat disatukan dalam bingkai persatuan bangsa.

“Kami di KIB ini tidak lagi membawa identitas partai politik baik yang kekiri-kirian atau kekanan-kananan. Kami di KIB bersatu untuk melanjutkan dan memajukan pembangunan nasional yang telah dirintis oleh Pemerintah saat ini,” tegas aktivis perempuan dan anak ini.

Endang mengingatkan berbagai aliran dan kepentingan politik yang menguat menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2024 sudah sepatutnya direduksi guna menghindari gesekan atau friksi di tengah masyarakat. Itu pula alasannya kenapa Ketum Golkar, PAN dan PPP bersatu membentuk KIB.

Baca Juga :  Polres Metro Bekasi Kawal Buruh Berangkat ke Jakarta

Wakil Rakyat dari Dapil Jateng IV (Kabupaten Sragen, Wonogiri dan Karanganyar) ini mencontohkan, pada Pemilu 2019 ketika aliran dan kepentingan politik mengemuka maka terjadi polarisasi di tengah masyarakat antara pendukung Jokowi dan pendukung Prabowo. Celakanya, polarisasi ini bahkan tetap terjadi meskipun pemilu sudah selesai.

“Kompetisi antar-elit untuk memperebutkan kekuasaan bisa berakhir dan kembali bersatu dalam satu Pemerintahan sebagai pemenang Pemilu 2019. Namun yang memprihatinkan justru rakyat belum clear perbedaan preferensi politiknya,” ungkap politisi perempuan senior Golkar Jateng ini.

Bercermin dari pengalaman itu, Ketum Golkar, PAN dan PPP menggagas KIB agar masyarakat tetap mengedepankan persatuan dan menghindari perpecahan dan mendorog terbangunnya sistem politik yang lebih berkualitas.
Endang juga menyebutkan, sejauh ini KIB tetap membuka pintu bagi partai-partai lain yang ingin bersatu. Ini karena KIB bersifat terbuka dan bertujuan untuk menyatukan berbagai komponen bangsa.

“Jika ikhtiar KIB untuk menyatukan komponen bangsa ini diamini oleh partai politik yang lain, saya meyakini tensi politik menjelang Pemilu 2024 akan lebih teduh dan damai,” tutur Legislator Senayan dua periode dan mantan Anggota DPRD Jateng beberapa periode ini.
Endang pun meyakini bahwa tugas menjaga persatuan dan kesatuan bangsa adalah tanggung jawab yang melekat pada setiap partai politik yang diejawantahkan melalui keputusan yang diambil oleh para pengurusnya.@mh

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Penulis Muda Indonesia Bangun "Stary House" dari Hasil Menulis di Dreame

Rab Jun 22 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SINGAPURA – Penulis Indonesia, Desstinna, berhasil membangun rumah impiannya dengan penghasilan yang diperoleh dari menulis cerita untuk Stary,  induk usaha yang menaungi aplikasi membaca daring (online reading) terkemuka, Dreame. Dana membangun rumah ini diperolehnya hanya dalam lima bulan. Dia menjuluki rumahnya “Stary House”. Desstinna pun menunjukkan rumahnya […]