Kibar Bendera Putih ‘Menangis’, Permintaan PHRI Dikabulkan Pemkab Garut

Editor :
PHRI Garut mengibarkan bendera putih./detik.com/hakim ghani/ist. 

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Pemda Garut akhirnya angkat bicara menanggapi keluhan para pelaku usaha hotel dan restoran yang mengibarkan bendera putih bergambar emotikon menangis. Empat permintaan mereka akan direalisasikan oleh Pemda.

Kamis (22/7/2021) sore, para pelaku usaha yang tergabung dalam Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Garut bertemu dengan perwakilan Pemda Garut di Hotel Rancabango, Tarogongkaler.

Para pengusaha bertemu dengan Bupati Rudy Gunawan membahas permasalahan yang dialami mereka dampak dari kebijakan pemerintah yang berupaya menekan penyebaran virus Covid-19.

Ada 4 tuntutan para pelaku usaha restoran dan perhotelan di Garut. Pertama, mereka meminta dispensasi dalam pembayaran pajak dan tarif listrik. Mereka juga ingin dilibatkan dalam pengambilan keputusan yang dilakukan Pemda terkait wisata.

“Ada empat poin hasil kesepakatan dengan Pak Bupati. Harapannya, kita telah terakomodir salah satunya kita membuat nota kesepahaman,” kata Ketua PHRI Garut Deden Rohim kepada wartawan, Kamis (22/7/2021), dilansir detik.com.

Selain dua poin itu, para pengusaha hotel dan restoran juga meminta diadakannya komunikasi secara berkala antara perwakilan mereka dengan Pemda Garut dalam wadah Focus Group Discussion (FGD).

Yang keempat, mereka juga meminta agar para pekerja di bidang hotel dan restoran diberi bantuan oleh Pemda Garut di masa pandemi Covid-19 ini.

Deden mengatakan, berdasarkan hasil kesepakatan, karyawan hotel dan restoran yang dirumahkan dan gajinya di bawah UMK akan mendapat bantuan dari Pemda Garut sebesar Rp 250 ribu.

“Sekarang kita lagi mendata, klasifikasinya bagi mereka yang dirumahkan terus dengan standar salary yang memang telah disepakati PHRI dan bupati,” katanya.

Sementara Bupati Rudy mengatakan, pihaknya berupaya memenuhi aspirasi dan keinginan yang diutarakan para pengusaha hotel dan restoran di Garut.

Baca Juga :  KPU Solo Siap Gelar Debat Terbuka Paslon Wali Kota Solo Gibran-Teguh vs Bajo

“Kesimpulannya, yang PBB itu dilakukan (kajian) terlebih dahulu, dan saya sedia tanda tangan,” ujar Rudy.

“Kemudian menyangkut masalah adanya bansos bagi karyawan hotel bagi yang gajinya di bawah UMK masing-masing Rp 250 ribu hanya untuk satu kali saja. Ada 2.500 pegawai yang akan kami bantu,” kata Rudy menambahkan.

Sebelumnya diberitakan, para pengusaha hotel dan restoran di Garut protes lantaran merasa tercekik aturan pemerintah di masa pandemi Covid-19. Protes yang mereka lakukan dengan cara memasang bendera putih bergambar emotikon menangis.

Bendera-bendera itu dipasang di halaman hotel dan restoran yang tergabung dalam PHRI Garut. Dengan adanya kesepakatan ini, PHRI bersedia untuk menurunkan kembali bendera-bendera tersebut.
@fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Terawan Klaim Vaksin Nusantara Mampu Selesaikan Pandemi Covid

Jum Jul 23 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Inisiator riset vaksin Nusantara sekaligus mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto meyakini bahwa vaksin dengan metode sel dendritik buatannya akan mampu mengakhiri pandemi Covid-19 di Indonesia. Terawan optimistis lantaran menurutnya pengembangan vaksin dengan teknologi sel dendritik tengah menjadi perbincangan dunia. Terawan sebelumnya juga mengatakan sel dendritik dipilihnya […]