VISI.NEWS | KAB. BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung resmi membuka kegiatan Kick Off Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026, yang digelar di Ballroom Padjajaran Convention Center, Hotel Sutan Raja, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (22/5/2025).
Acara ini menjadi tonggak awal bagi pelaksanaan penerimaan murid baru yang lebih inklusif, adil, dan transparan di wilayah Kabupaten Bandung.
Acara pembukaan ini dihadiri oleh para kepala sekolah, pengawas pendidikan, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari berbagai elemen pendidikan yang menyambut baik komitmen pemerintah dalam menyelenggarakan sistem penerimaan yang lebih berorientasi pada kesetaraan dan kualitas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung, Enjang Wahyudin, dalam sambutannya menekankan bahwa tujuan utama dari sistem SPMB ini adalah memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh anak untuk mendapatkan akses terhadap layanan pendidikan berkualitas yang dekat dengan domisili.
“SPMB ini juga dirancang untuk meningkatkan layanan pendidikan bagi murid dari keluarga tidak mampu serta penyandang disabilitas, mendorong peningkatan prestasi, dan mengoptimalkan keterlibatan masyarakat,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, setiap satuan pendidikan akan menentukan proporsi jalur pendaftaran berdasarkan hasil musyawarah antara sekolah, guru, dan komite sekolah. Hasil tersebut kemudian akan ditetapkan oleh Dinas Pendidikan sebagai bentuk akuntabilitas dan partisipasi publik dalam proses seleksi.
Sementara presentase jalur SPMB Jenjang tingkat SD dan SMP adalah Domisili Minimal 70% untuk SD dan 40% untuk SMP, lalu Afirmasi minimal 15% untuk SD dan 20% untuk SMP, sementara Prestasi untuk SD tidak ada tetapi minimal 25% untuk untuk jenjang SMP, dan Mutasi Presentase jenjang SD minimal 5% dan 5% untuk SMP.
Adapun penetapan wilayah domisili sebanyak 8 wilayah.
1. Rayon satu mencakupi baleendah, pameungpek, bojongsoang, Dayeuhkolot.
2. Rayon dua arjasari, banjaran, cimaung, cangkuang, pangalengan.
3. Rayon tiga soreang, kutawaringin, padir jambu, cowidey, rancabali.
4. Rayon empat katapang, margahayu, margaasih.
5. Rayon lima, cileunyi, cimenyan, cilengkrang.
6. Rayon enam rancaekek, cikancung, cicalengka, nagreg.
7. Rayon tujuh solokan jeruk, paseh, ibun, majalaya.
8. Dan rayon delapan kertasari, pacet, ciparay.
Lalu jadwal pelaksanaan SPMB jenjang SD dimulai pendaftaran pada 20 Mei – 30 juni 2025 dan untuk jadwal pelaksaan SPMB Jenjang SMP dimulai pendaftaran pada 20 Mei – 14 Juni 2025.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Bandung dalam sambutannya menyampaikan komitmen kuat pemerintah daerah untuk mewujudkan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.
Ia memberikan penekanan khusus agar seluruh kepala sekolah, kepala dinas, dan sekretaris daerah lebih memperhatikan kebutuhan peserta didik penyandang disabilitas.
“Fasilitas sekolah yang ramah disabilitas harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan sektor pendidikan kita,” tegasnya.
Dengan dimulainya Kick Off ini, Disdik Kabupaten Bandung berharap seluruh proses penerimaan murid baru tahun ajaran 2025/2026 dapat berlangsung dengan tertib, adil, dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi seluruh anak bangsa. @ihda