Kiper Inggris 1986 Kenang Maradona dan “Gol Tangan Tuhan”

Editor :
Bersama Diego Maradona, Argentina juara Piala Dunia 1986 di Meksiko./ap/carlo fumagalli.

Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Kiper Timnas Inggris di Piala Dunia 1986, Peter Shilton mengenang Diego Maradona Saat berhadapan dengan Argentina di perempat final Piala Dunia 1986, dia punya momen yang tak bisa dilupakan, “Gol Tangan Tuhan”.

Meski dipecundangi dengan gol tabu Maradona, Shilton tak ragu menyebut El Pibe de Oro atau Si Anak Emas sebagai pemain terhebat yang pernah dihadapi.

Dia pun sedih atas kepergian sang ‘Dewa’ Argentina yang dikabarkan meninggal dunia karena serangan jantung.

“Hidup saya telah lama dikaitkan dengan Diego Maradona, bukan dengan cara yang saya inginkan. Tapi saya sedih mendengar kematiannya di usia yang begitu muda. Dia tidak diragukan lagi adalah pemain terhebat yang pernah saya hadapi dan pikiran saya tertuju pada keluarganya,” kata Shilton diktuip dari Daily Mail, seperti dilansir CNN Indonesia
.
Bertahun-tahun setelah kejadian itu, Shilton mengaku sudah beberapa kali bertemu dengan Maradona dalam sejumlah momen di ruangan yang sama. Dia berharap Maradona meminta maaf dalam kesempatan-kesempatan itu.

“Yang tidak saya sukai adalah dia tidak pernah meminta maaf. Tidak pernah pada tahap apa pun dia mengatakan dia telah curang dan bahwa dia ingin meminta maaf. Sebagai gantinya, dia menggunakan kalimat ‘Hand of God’. Itu tidak benar,” ucapnya.

“Pendekatan saya terhadap hal itu selalu sama bahwa saya akan senang jika dia akan meminta maaf. Saya akan menjabat tangannya. Tetapi saya tidak pernah melihat indikasi apa pun yang kemungkinan besar akan terjadi,” ujar Shilton.

Lebih jauh kiper yang membela Southampton pada 1982-1987 itu di satu sisi memuji gol kedua Maradona. Hanya tiga menit setelah gol Tangan Tuhan itu, Maradona menari-nari dengan bola di kakinya.

Dia melewati empat pemain dari tengah lapangan dan mengecoh Shilton sebelum mencor bola ke dalam gawang.

“Itu adalah gol yang hebat kami tidak ragu. Tapi tanpa gol pertama dia tidak akan mencetak gol kedua,” ujarnya.

Dua gol Maradona itu hanya mampu dibalas sekali oleh Gary Lineker sembilan menit waktu normal berakhir. Inggris kalah dan gagal lolos ke semifinal, sementara Argentina bersama Maradona terus melenggang ke final dan keluar sebagai kampiun Piala Dunia 1986.

“Saya ingat suasana ruang ganti kami setelah pertandingan. Itu sangat sunyi,” kata Shilton. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

BOLA MAUNG: Vizcarra Sampaikan Duka atas Berpulangnya Maradona

Jum Nov 27 , 2020
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Gelandang Persib Esteban Viscarra berduka atas meninggalnya legenda sepak bola dunia, Diego Maradona. Kepergian Maradona membuatnya seperti kehilangan sahabat terdekat. Bagi Vizcarra, Maradona telah memberinya beragam pandangan tentang sepak bola. Apalagi, Maradona sebagai salah satu pesepak bola dunia dari Argentina. Pemain naturalisasi asal Argentina ini mengaku kaget […]