KKP Sinergikan Program Pembangunan Kelautan dan Perikanan

Editor
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus berupaya meningkatkan pengembangan kompetensi sumber daya manusia (SDM) melalui kegiatan pendidikan, pelatihan dan penyuluhan bagi masyarakat pelaku utama atau usaha di sektor kelautan dan perikanan guna mewujudkan optimalisasi pembangunan kelautan dan perikanan. Upaya tersebut dilakukan salah satunya melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk lembaga tinggi negara lainnya.

Untuk itu, pada 15-16 Maret 2022, BRSDM menyelenggarakan Rapat Koordinasi Pendidikan dan Pelatihan Masyarakat KP Tahun 2022 dengan para Staf/Tenaga Ahli Anggota Komisi IV DPR RI. Dalam arahannya Kepala BRSDM, I Nyoman Radiarta, menerangkan bahwa BRSDM berperan aktif dalam mendukung terwujudnya tiga program prioritas yang dicanangkan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, khususnya dalam hal peningkatan kompetensi SDM kelautan dan perikanan, baik itu melalui pendidikan, pelatihan, hingga penyuluhan.

“Satuan pendidikan yang dimiliki KKP merupakan pendidikan formal tingkat menengah dan tinggi berbasis vokasi melalui pendekatan teaching factory, yang memasukkan dunia usaha dan industri ke dalam kampus, dengan porsi praktik 70 persen dan teori 30 persen. Di tahun 2022, sebanyak 55 persen kuota peserta didik diisi oleh anak-anak pelaku utama kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya ikan, pengolah dan pemasar ikan, serta petambak garam, yang dibiayai negara. Tiap tahunnya kami pun akan meningkatkan kuota peserta didik untuk anak pelaku utama,” terang Nyoman.

“Hal ini selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo yang disampaikan dalam rapat terbatas tanggal 4 Agustus 2021, di mana pemerintah diminta untuk meningkatkan kapasitas serta mutu pendidikan dan pelatihan vokasi untuk menyiapkan SDM unggul sesuai dengan kebutuhan industri dan dunia usaha. Untuk itu kami berharap keterwakilan setiap daerah ada pada satuan pendidikan kelautan dan perikanan, karena lulusan satuan pendidikan ini nantinya tidak hanya menjadi tenaga kerja profesional di dunia industri, tapi juga diarahkan menjadi wirausaha yang mampu melanjutkan keberlangsungan dunia usaha kelautan dan perikanan di Indonesia,” lanjutnya.

Baca Juga :  Akhirnya, 53 Awak KRI Nanggala-402 "On Eternal Patrol"

Dalam membangun kompetensi SDM, kegiatan pelatihan dan penyuluhan turut berperan penting dalam meningkatkan perekonomian masyarakat kelautan dan perikanan. Dibutuhkan sinergi dari seluruh pihak, baik itu stakeholder maupun Komisi IV DPR RI untuk mewujudkan hal tersebut.

“Kegiatan ini juga merupakan momentum penting bagaimana kita merancang  pelatihan tersebut. Bagaimana ilmu dan materi yang diberikan dapat bermanfaat untuk masyarakat dan memberikan dampak ekonomi secara langsung. Di samping itu, adanya penyuluh perikanan juga menjadi senjata ampuh untuk mendampingi serta memonitoring  semua kegiatan terkait pelatihan dan penyuluhan. Harapan kami pelatihan ini tidak hanya terhenti pada output dan jumlah yang dilatih, namun yang menjadi konsentrasi kami adalah outcome dari output yang telah ditetapkan,” tegas Nyoman.

Pihaknya pun menyampaikan apresiasi atas dukungan dari Komisi IV DPR RI dalam setiap kegiatan pelatihan, penyuluhan dan pendidikan. “Kami sangat mendukung sinergitas yang ada untuk kemajuan kelautan dan perikanan di Indonesia. Melalui rapat ini diharap dapat menyelaraskan program di tahun 2022 dan mencapai hal-hal yang telah dicita-citakan bersama,” ucap Nyoman.

Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilya Pregiwati; Kepala Pusat Pendidikan Kelautan dan Perikanan (Pusdik KP), Bambang Suprakto; Kepala Pusat Riset Perikanan (Pusriskan), Yayan Hikmayani; Plt. Kepala Pusat Riset Kelautan (Pusriskel) dan Kepala Balai Besar Riset Sosial Ekonomi Kelautan dan Perikanan (BBRSEKP), Rudi Alex; Kepala Balai Besar Riset Pengolahan Produk dan Bioteknologi Kelautan dan Perikanan (BBRP2BKP), Hedi Indra Januar; serta para Staf/Tenaga Ahli Komisi IV DPR RI.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pendidikan adalah kunci dalam menghadapi globalisasi. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM dengan meningkatkan kualitas belajar mengajar di satuan pendidikan menengah dan pendidikan tinggi kelautan dan perikanan. Pihaknya juga mendorong agar kegiatan pelatihan dan penyuluhan lebih rutin dilaksanakan ke masyarakat, guna meningkatkan keahlian untuk menambah penghasilan. @alfa

Baca Juga :  Semangat Berkurban Harus Menyala Protokol Kesehatan Tetap Dijaga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga Ganda Putra Indonesia ke 8 Besar All England 2022

Kam Mar 17 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS/BIRMINGHAM- Tiga ganda putra Indonesia sukses menembus babak 8 besar Kejuaraan Bulutangkis All England 2022, setelah di partai 16 besar menyingkirkan lawan-lawannya yang berlangsung di Utilita Arena, Birmingham, Kamis (17/3) malam WIB. Ketiga pasangan ganda putra Indonesia itu masing-masing Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukomuljo, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Muhammad […]