Kolaborasi Seputas dengan Game C12 Speak Up Menghasilkan Bibit Bangsa Berkualitas

Editor Kepala KCD XII Kota/Kabupaten Tasikmalaya (pertama dari kiri) melakukan dialog dengan Kepala Sekolah SMAN 1 Tasikmalaya beserta jajarannya. /visi.news/budi s ombik
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | TASIKMALAYA – Sesuai program Seputas (Seputar SMAN 10 Kota Tasikmalaya) yang siap menjadi sekolah wisata berbudaya religi, akademik dan suksesnya program literasi maka ada dua hal yang harus dipacu.

“Yang pertama adalah sarana. Makanya, kami memiliki perpustakaan yang didesain sedemikian rupa. Disini ada dua meja digital. Mereka bisa baca secara media cetak juga secara digital melalui perangkat komputer,” kata Kepala Sekolah SMAN 10 Kota Tasikmalaya, Dr. H.Yonandi, S.Si., M.T., di ruang Perpustakaan.

Dan yang kedua adalah sumber daya, talent. Dan, yang susahnya itu adalah habit, pembiasaan. “Jadi percuma sarana itu bagus tapi proses hebitisasi, pembiasaan di sekolah tidak ada. Nah itulah yang menjadi susahnya,” kata Yonandi.

Untuk menyiasatinya, tambahnya, adalah, melangsing Seputas in Selpi yang memiliki arti. “Hurup S-nya adalah Student, L-nya Literat, P-nya Performace dan I-nya Inovation,” tutur Yonandi. Tujuannya adalah, tambahnya, dengan Selpi ini sekolah melaksanakannya di minggu kedua dan minggu ketiga.

Kegiatannya menjaring talent-talent dari semua siswa siswi yang ada di Seputas. Dan apa yang terjadi, jelas Yonandi, Selpi di episode pertama, pihaknya mendapatkan talent luar biasa dengan bakat yang mumpuni.

“Seorang siswa mampu menguasai tiga bahasa yakni Jerman, Francis dan Inggris dia adalah Irdina. Kemudian ada Najira. Najira menguasai tiga bahasa Thailand, Korea dan Inggris. Kemudian Elsa, menguasai dua bahasa Jepang dan Mandarin,” cetusnya.

Belum lagi siswa siswi lainnya yang menguasai satu bahasa Inggris danJepang. Bahkan ada Da’i cilik yang pidatonya full bahasa Arab. “Belum lagi talent-talent lain seperti kemampuan baca puisi dalam bahasa asing,” imbuh Yonandi.

Hal lain tambahnya, ada bedah buku. Untuk sementara pihaknya memanggil ahli bedah buku untuk membuat sinopsis yang kemudian berceritra. “Disitu nampak, ternyata di episode satu kurang lebih ada duapuluh talent. Begitipun di episode kedua tak jauh berbeda,” jelasnya.

Baca Juga :  MUI Sarankan Permendag 20/2021 tentang Impor Minuman Alkohol Dibatalkan

Dalam menjaring talent-talent tersebut, kata Yonandi, pihaknya harus pandai bersurfing, berselancar dan menggali dengan seksama. “Karena disini orang-rangnya tersembunyi,” cetusnya.

Disebutkan, saat itu pihaknya melihat seorang siswi berjalan berdua terus tak mau dipisahkan sambil menenteng buku. Selidik punya selidik, ternyata yang satu adalah gurunya yaitu Najira dan satu lagi muridnya, Elsa. “Mereka berdua hobinya gemar belajar bahasa,” kata Yonandi.

Jadi, imbuhnya lagi, ada komunitas internasional. Dimana Najira ini punya tagihan untuk mencari satu orang untuk dijadikan muridnya. Kemudian dirangkulah Elsa sebagai muridnya. Begitupun Elsa memiliki hal serupa.

“Makanya kami mencari strategi bagaimana caranya berbagi atau menularkan cara belajar yang bagus. Juga kita akan menularkan pengetahuan atau kemampuan tertentu melalui tutor sebaya,” tandasnya.

C12 Speak Up

Ditempat terpisah, Kepala KCD XII, Dr. Abur Mustikawanto, M.Ed yang juga sang dokter Game C12 Speak Up, berujar dalam upaya menyiasati murid memiliki kemampuan dan sebelumnya merasa malu untuk brave to say something in english, berani bicara mengunakan bahasa Inggris di depan bule (orang asing), di buatlah game ini.

“Anak anak milineal kan berani, nah saya bikin wadahnya dengan nama C12 Speak Up, itu bagi siswa siswinya. Untuk para guru wadahnya adalah Teacher Cheater,” cetus Abur.

Bahkan game ini sudah sangat teruji di tingkat Provinsi Jabar dengan nama Jabar Teacher dan terbukti berhasil. “Nah sekarang saya tuangkan di KCD XII sebagai ruang lingkup kerja dimana saya bertugas,” imbuhnya.

Inti dari game ini adalah membahas, disikusi suatu permasalah dengan bahasa Inggris, yang dibawa oleh setiap sekolah melalui online. Pesertanya mengundang seluruh sekolah yang ada di KCD XII Kota/Kabupaten Tasikmalaya.@bik

Baca Juga :  Menjelang Tahun Ajaran Baru, HP Second Jadi Incaran Orang Tua Siswa

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

KH Juhadi dari Indramayu Terpilih Jadi Ketua PWNU Jabar 2021-2026

Ming Okt 31 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS | BANDUNG– KH. Juhadi Muhammad secara resmi terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Barat periode 2021-2026 dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) XVIII, Nahdlatul Ulama Provinsi Jawa Barat, Minggu (31/10/2021). Juhadi Muhammad berhasil menyisihkan dua kandidat lainnya dengan mengantungi 19 suara, sedangkan dua kandidat lain yakni KH Hasan Nuri Hidayatullah dan […]