Kolaborasi Wisata dan Seni Budaya bisa Tingkatkan Perekonomian Masyarakat

Kepala Disparbud Kab. Bandung, H. Yosef Nugraha./visi.news/ki agus.
Jangan Lupa Bagikan

VISI.NEWS — Mengedepankan peningkatan ekonomi dimasa pandemi covid 19 ini, dengan mengembangkan kepariwisataan di wilayah Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat, melalui paduan seni budaya lokal sebagai motivasi penggeraknya, menurut Kepala Dinas Pariwisata san Kebudayaan, H. Yosef Nugraha, itu bisa dilakukan selama ada sinergisitas diantara kedua belah pihak melalui kolaborasi wisata seni budaya.

Yosef mengakui masih ada keterbatasan bagi masyarakat di masa pandemi ini dengan pemberlakuannya protokol kesehatan, berupa zona distancing, physical distancing, dan sosial distancing. Termasuk bagi pelaku wisata, pelaku seni budaya, dan pelaku industri kreatif. Semua terpaku dalam aturan tersebut yang perlu kita patuhi.

Memasuki Adaptasi Kebiasaan Baru atau New Normal, Yosef menilai, harus ada geliat penggerakan ekonomi kepariwisataan dan masyarakat disekitarnya yang berorientasi sebagai pemulihan perekonomian guna menanggulangi transisi ekonomi dan sosial yang saat ini menimpa negeri kita tercinta.

“Salah satu prioritas program yang kami usung saat ini adalah peran seni budaya ditengah kepariwisataan melalui pagelaran atau pertunjukkan di setiap wilayah,” kata Yosef, diruang kerjanya, Senin kemarin (19/1/2020).

Dia meyakini paduan tersebut bisa memotivasi wisatawan lokal dan luar untuk datang ke lokasi. Tujuannya bukan lagi jajan oleh-oleh di hari itu, karena adanya suguhan seni budaya di lokasi wisata, bisa membuat pengunjung kerasan karena rasa penasaran ingin melihat pertunjukkan tersebut.

Otomatis keadaan itu, diungkapkan dia, bisa membuat hotel-hotel, wisma, makanan khas daerah termasuk kerajinan tangan masyarakat, akan merasakan dampak signifikan dengan ramainya kunjungan wisatawan. Meskipun dijelaskannya, kalau Pemerintah Kabupaten Bandung cuma hanya menerima retribusi Hotel, Restoran, temlat hiburan, dan parkir saja, tapi bila keadaannya seperti itu bisa meningkatkan Pendapatan Asli Daerah.

Ada banyak ragam seni budaya di Kabupaten Bandung yang bisa dimanfaatkan untuk hal itu, lanjutnya, tergantung dari selera pelaku usaha mana yang akan ditampilkan guna memikat wisatawan supaya merasa betah dan kerasan di lokasi wisata.

“Saat mereka pulang, selain oleh-oleh, akan tergurat kenangan dari sajian seni budaya daerah, yang bisa saja secara obrolan akan memberitahukan kepada sanak saudaranya juga teman-temannya,” tutur Yosef.

Budaya itu disebutkan Yosef adalah ciri jatidiri bangsa, dengan keaneka ragamannya, itu merupakan anugerah dari Alloh SWT. Sementara tugas masyarakat termasuk dirinya, bagaimana seni budaya itu bisa dilestarikan dan eksistensinya diketahui masyarakat hingga keluar daerah atau kalau bisa sampai keluar negeri.

Tak kenal maka tak cinta, untuk menumbuhkan cinta maka sudah semestinya dikenalkan kepada wisatawan, apa itu seni budaya Sunda, bagaimana karakterisriknya selama ini, “Itu bagian dari tugas kita dalam mengupayakan pelestariannya. Karena melalui seni budaya yang dikolaborasikan dengan kepariwisataan, akan mendongkrak perekonomian semua pihak. Demikian juga dengan masyarakat disekitarnya,” pungkas Yosef. @qia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dandim 0624 Bentuk Satgas Penanggulangan Bencana Alam

Sel Okt 20 , 2020
Jangan Lupa BagikanVISI.NEWS — Untuk mengantisipasi bencana alam yang diakibatkan La Nina, Dandim 0624 Kab. Bandung, Letkol. Inf. Donny Ismuali Bainuri, S. Hub. Int, MASS., membentuk Satgas Penanggulan Bencana Alam (Gulcana) dengan melibatkan beberapa komunitas. Donny menyatakan kekwatirannya akibat La Nina itu berupa kerusakan stabilitas alan yang mengakibatkan bencana longsor […]