Search
Close this search box.

Komentar Ulama-ulama Dunia Mengenai Kembalinya Hagia Sophia Sebagai Masjid (2)

Ilustrasi/reuters/ist.

Bagikan :

VISI.NEWS – Senada dengan Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah juga menyampaikan pembukaan kembali Hagia Shopia sebagai masjid merupakan hak penuh pemerintah dan rakyat Turki.

“Perubahan status dilakukan secara proses hukum dan birokrasi, sebagaimana sebuah negara demokratis sehingga tidak perlu dipertentangkan dunia internasional karena semua telah melalui proses yang sangat accountable,” ujar Wahid Ridwan Sekretaris Lembaga Hubungan dan Kerja sama Internasional Muhammadiyah.

Dr. Ahmed Al-Rasouni, Ketua Persatuan Ulama Dunia (IUMS), juga mengatakan dukungan terhadap langkah tegas Turki yang tetap kukuh atas keputusannya meskipun berbagai kecaman datang.

“Langkah yang diambil oleh kehakiman Turki dan presiden Turki bukanlah untuk mengubah gereja menjadi masjid, seperti yang dikatakan beberapa orang. Tidak juga untuk mengubah gereja menjadi museum, juga tidak untuk menutup gereja. Melainkan untuk mengubah masjid yang tak berfungsi menjadi masjid yang berfungsi. Apa yang merugikan orang Kristen dan gereja mereka dalam hal itu? Apa salahnya bagi mereka untuk mengubah bangunan Hagia Sophia dari fasilitas wisata ke tempat di mana Tuhan disembah dan Tuhan disebut? Apakah para kepala agama Kristen lebih memilih untuk tetap menjadi Hagia Sophia untuk pariwisata dan menonton, daripada membukanya untuk menyembah Allah SWT dan pembacaan Alquran?,” ungkapnya dalam laman resmi IUMS pada Senin (13/7).

Sementara, anggota IUMS Dr. Nawaf At-Takruri, juga dalam pernyataan di laman resmi IUMS Rabu (15/7), mengkritik para pemimpin Barat yang mengecam Erdogan atas pengembalian status Hagia Sophia sebagai masjid ini. Dia membandingkannya dengan sikap abai mereka atas langkah otoritas ‘Israel’ menutup, mengubah, dan menghancurkan ratusan masjid di Palestina.

“Zionis yang menjajah Palestina lebih dari 70 tahun lalu telah mengubah banyak masjid di desa-desa dan kota-kotanya menjadi museum hingga kafe,” ujarnya.

Baca Juga :  Jadwal Sholat Kabupaten Bandung 14 April 2026: Waktu Lengkap & Tips Ibadah

Salah satunya pada 10 April 2019, Pemerintah ‘Israel’ mengubah sebuah masjid bersejarah Palestina, Masjid Al-Ahmar, menjadi sebuah bar di mana orang-orang Yahudi ‘Israel’ mabuk-mabukan.

“Semogga Allah memberi kemuliaan kepada Presiden Erdogan atas sikap terhormat itu. Semoga Allah melindungi Turki dan semua negara muslim dan kesucian mereka dari semua agresi,” ujar Dr. Nawwaf menutup pernyataannya.

Pemerintah Turki telah mengumumkan akan menggelar shalat Jum’at pertama di Hagia Sophia pada 24 Juli. (habis) @fen/hidayatullah.com

Baca Berita Menarik Lainnya :