Kominfo Blokir Akun Youtube M. Kece, Ini Alasannya

Editor Youtube M. Kece diblokir./foto: youtube/via sindonews.com/ist.
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Rupanya Kementerian Komunikasi dan Informatika mengambil langkah tegas terhadap penyebaran konten yang dibuat oleh Akun Youtube M. Kece, yang diduga memiliki muatan penodaan agama, serta informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA).

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, menjelaskan bahwa kementeriannya telah melakukan pemutusan akses terhadap 20 video dari akun Youtube M. Kece, serta 1 video dari platform TikTok.

“Kominfo juga telah menempuh upaya koordinasi dengan para pengelola platform, serta kementerian/lembaga terkait terus dilakukan untuk mencegah penyebaran dan penyalahgunaaan konten tersebut,” kata Dedy, Senin (23/8/2021), dilansir okezone.com.

Dari sisi Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang diubah oleh Undang-Undang No. 19 Tahun 2016, tindakan pemilik akun Youtube M. Kece dapat dikategorikan sebagai pembuatan konten yang melanggar pasal 28 ayat 2 jo. pasal 45A.

Dalam pasal itu, disebutkan bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Dedy memaparkan, upaya penanganan konten terhadap akun Youtube M. Kece dilakukan sesuai dengan beberapa ketentuan perundangan, antara lain PP Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem Transaksi Elektronik (PSTE), khususnya pada Pasal 5 terkait larangan bagi Penyelenggara Sistem Elektronik untuk memuat konten yang melanggar aturan dan Pasal 96 terkait klasifikasi dan definisi konten yang melanggar peraturan.

Kemudian Peraturan Menteri (PM) No. 5 tahun 2020, khususnya Pasal 13 mengenai kewajiban pemutusan akses terhadap Informasi Elektronik dan Dokumen Elektronik yang dilarang, serta Pasal 15 mengenai ketentuan waktu serta prosedur pemutusan akses konten yang dilarang, serta peraturan perundang-undangan terkait lainnya.

Baca Juga :  Gibran Tak Hadir di Upacara Hari Jadi Kota Solo ke - 277. Ini Penyebabnya

“Patroli siber selama 24 jam 7 hari beroperasi untuk menemukan dan menindaklanjuti konten-konten yang melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku akan terus dilakukan,” tambah Dedy.

Dedy juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan terus menjaga perdamaian baik di ruang fisik maupun ruang digital.

Jika masyarakat menemukan konten yang melanggar undang-undang, termasuk penodaan agama atau yang diduga memiliki muatan penodaan agama, serta informasi yang dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA), dapat melaporkan.

“Caranya melalui aduankonten.id dan kanal pengaduan lain yang disediakan,” pungkas Dedy. @fen

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SEHAT: 8 Kebiasaan yang Bikin Bad Mood

Sel Agu 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Bad mood atau suasana hati yang buruk ternyata tak datang begitu saja. Sejumlah kebiasaan yang kerap dilakukan, tanpa disadari bisa merusak suasana hati. Hindari kebiasaan yang bikin bad mood tersebut. Sejumlah studi menunjukkan kebiasaan-kebiasaan ini membuat otak dan tubuh lebih mudah mengalami perubahan suasana hati, perasaan sedih, […]