Komisi VIII Awasi Pengelolaan Bansos di Kendal

Editor Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori Yusuf. /visi.news/dpr.go.id
Silahkan bagikan

VISI.NEWS – Anggota Komisi VIII DPR RI Bukhori mengatakan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari jumlah daftar 42.630 data calon Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, ada 11.441 data KPM harus diverifikasi dan divalidasi ulang karena terdapat data yang tidak valid dalam pengelolaan bansos. Bukhori berharap pengelolaan bansos di Kendal dapat berjalan baik sesuai dengan yang direncanakan.

“Jadi sebenarnya kami (Komisi VIII DPR) sudah melakukan suatu evaluasi untuk pemadanan data tersebut dan sudah mendapatkan laporan semalam, kemudian Pemkab Kendal melakukan pemadanan data sampai clear,” kata Bukhori usai memimpin pertemuan Tim Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VIII DPR RI dengan Bupati Kendal Dico Ganinduto beserta jajaran, di Kendal, Jateng, Kamis (23/9/2021).

Anggota Fraksi PKS DPR RI itu menjelaskan, 11.441 data KPM tersebut sedang diproses dan BST belum disalurkan, namun bukan berarti BST itu tidak tersalurkan. Pada Mei hingga Agustus lalu, data KPM ini juga telah dievaluasi. “Alhamdulilaah kehadiran kami kedua (di Kendal) ini sudah menunjukan suatu perbaikan, sehingga tidak ada lagi misleading data antara data di bank dan data yang mereka berhak menerima bantuan,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa BST senilai Rp300 ribu per KPM tersebut haruslah tepat sasaran kepada mereka yang membutuhkan, jangan sampai ada misleading data kembali. “Kebijakan bantuan sosial dimaksudkan untuk meringankan beban hidup yang dihadapi oleh masyarakat, lebih-lebih pada masa pandemi Covid-19. Namun masih terdapat permasalahan dalam penyaluran bantuan sosial, misalnya data penerima manfaat yang tidak akurat, gagal salur, penyaluran tidak tepat waktu, dan pemotongan jumlah bantuan sosial. Dampaknya, capaian tujuan dari pelaksanaan bantuan sosial tidak maksimal,” jelas Bukhori.

Baca Juga :  Marak Judi Online, MUI: Mau Online atau Offline Tetap Haram

Karenanya, legislator daerah pemilihan Jawa Tengah I itu mengingatkan, apabila terdapat permasalahan, seperti data tidak akurat dan lain sebagainya, maka harus dilakukan tindakan perbaikan secepatnya. Tentu dalam melakukan perbaikan tersebut, semua pemangku kepentingan terkait, seperti pemerintah daerah, bank penyalur, Kantor Pos dan masyarakat harus saling bekerjasama secara intensif. Dengan demikian, permasalahan pengelolaan bantuan sosial dapat diselesaikan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kendal Dico Ganinduto menyampaikan permohonan dukungan dari pemerintah pusat untuk Kabupaten Kendal yakni bantuan kebencanaan (pelatihan, penanganan, dan rehabilitasi), kemudian bantuan alat dan modal usaha (pengelolaan ikan dan hasil tani), kemudian pelatihan UMKM dan industri kreatif, penyuluhan pencegahan stunting dan alat bantu disabilitas dan rehabilitasi untuk Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). @rul/dpr

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

World Clean Up Day 2021, Momen Edukasi Jaga Lingkungan Sejak Dini

Jum Sep 24 , 2021
Silahkan bagikanVISI.NEWS – Dalam rangka memperingati World Clean Up Day 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menggelar gerakan bersih-bersih. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari 12 – 24 September 2021. Wakil Bupati (wabup) Sahrul Gunawan menuturkan, gerakan World Clean Up Day dapat menjadi stimulus bagi generasi muda […]