Komisi VIII DPR RI Kutuk Pembakaran Qur’an di Swedia

Editor Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti. /visi.news/dpr.go.id
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Komisi VIII DPR RI mengutuk keras tindakan pembakaran kitab suci al-Qur’an oleh politisi sayap kanan Swedia, Rasmus Paludan. Pembakaran al-Qur’an merupakan wujud dari tindakan menistakan agama dan menodai toleransi antar umat beragama sehingga perlu dihukum keras.

Anggota Komisi VIII DPR RI Endang Maria Astuti menekankan, tindakan politisi Swedia itu tidak boleh dianggap sebagai kebebasan berekspresi namun bentuk penodaan terhadap agama. “Ini adalah penistaan terhadap agama, bukan kebebasan berekspresi, sehingga harus dihukum berat,” ujarnya dalam siaran pers di Jakarta, kemarin.

Srikandi Beringin ini meminta Pemerintah Indonesia untuk bersuara keras dengan meminta Pemerintah Swedia memberikan hukuman yang keras kepada pelaku dan menjaga toleransi umat beragama dapat dikembangkan di Swedia. “Kalau Swedia memang menghormati kebebasan beragama, seharusnya mereka juga menghormati kitab suci agama Islam yang dianut oleh 2 miliar penduduk di dunia,” ujarnya.

Anggota Dewan dari Dapil Jateng IV (Kabupaten Wonogiri, Sragen, dan Karanganyar) ini khawatir jika tindakan penodaan terhadap kitab suci al-Qur’an tidak diberikan hukuman maka tindakan serupa akan terjadi di tempat lain. “Makanya hukum keras pelaku penodaan al-Qur’an ini supaya tidak terjadi lagi di tempat yang lain,” demikian Anggota Fraksi Partai Golkar DPR/MPR RI ini.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu juga mengutuk keras aksi pembakaran al-Qur’an yang dilakukan Paludan. “Indonesia mengutuk keras aksi pembakaran kitab suci al-Qur’an oleh Rasmus Paludan, politisi Swedia di Stockholm pada pekan lalu,” demikian tulis Keenlu melalui akun resmi Twitter.

Menurut Kemenlu aksi pembakaran al-Qur’an itu telah melukai dan menodai umat beragama sehingga tidak bisa berlindung di balik kebebasan berekspresi. “Kebebasan berekspresi itu harus dilakukan dengan cara-cara yang bertanggung jawab,” tulis Kemenlu seraya menepis alasan kebebasan berekspresi sebagaimana dikemukakan Paludan.

Baca Juga :  MUI Kembali Lakukan Pantauan Tayangan Ramadan di Televisi

Diberitakan Voanews.com, aksi pembakaran al-Qur’an itu dilakukan di depan Kedutaan Turki di Ibukota Swedia, Stockholm, Sabtu (23/1) lalu. Dipimpin Paludan, aksi demonstrasi sekitar 100 orang dilancarkan untuk menentang Islam dan imigrasi sebelum akhirnya Paludan membakar al-Qur’an.

Demonstrasi yang dipimpin Paludan semakin merusak hubungan Swedia yang tengah berupaya meyakinkan anggota NATO, Turki, untuk menyetujui Swedia dan Finlandia masuk ke dalam aliansi militer tersebut. Upaya yang dilakukan Swedia itu terhenti di tengah tuntutan Ankara agar Stockholm menyerahkan aktivis Kurdi dan mencegah demonstrasi yang menentang kepemimpinan Turki.

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristerssson juga mengecam aksi pembakaran al-Qur’an tersebut. “Kebebasan berekspresi adalah bagian mendasar dari demokrasi, tapi yang legal belum tentu sesuai,” ujarnya seraya menyebut tindakan Paludan sebagai “tidak sopan.”
Dia pun memberi simpati kepada seluruh umat Islam atas tindakan tersebut. “Saya ingin mengungkapkan simpati saya untuk semua Muslim yang tersinggung dengan apa yang terjadi di Stockholm,” ujarnya.

Selain Indonesia, beberapa negara lain juga mengutuk pembakaran al-Qur’an yang terjadi di Stockholm, seperti Malaysia dan Maroko. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mendesak Pemerintah Swedia untuk memberikan tindakan tegas kepada Paludan dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kebangkitan Islamphobia di Swedia.

“Kekotoran terang-terangan kitab suci Islam oleh politisi Swedia dan kelambanannya sama saja dengan memicu Islamphobia dan merupakan provokasi serius terhadap sensitivitas bukan hanya di Turki tetapi lebih dari 2 miliar umat Muslim di dunia,” ujarnya.@mh

M Purnama Alam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Diguncang Dua Kali Gempa Sebagian Warga Kabupaten Bandung Keluar Rumah

Sab Jan 28 , 2023
Silahkan bagikanVISI.NEWS | SOREANG – Warga Kabupaten Bandung dikagetkan oleh dua kali gempa yang terjadi pukul 01.00 WIB dan pukul 01.08 WIB. Gempa pertama dengan magnitudo 4,3 dan yang kedua magnitude 3,5. Akibat gempa tersebut sebagian warga sempat keluar rumah khawatir terjadi gempa yang lebih besar. “Getarannya cukup terasa, khawatir […]