Komisi X Sayangkan Sekolah yang Paksakan Siswi Gunakan Atribut Keagamaan

Editor Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudia./istimewa
Silahkan bagikan

VISI.NEWS | JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyayangkan jika memang ada sekolah negeri/umum di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang melakukan pemaksaan siswi untuk menggunakan atribut keagamaan di luar keinginan siswi.

Ia menilai pemaksaan di luar kehendak tersebut seharusnya tidak terjadi.

“Saya menyayangkan jika memang sekolah negeri/umum melakukan pemaksaan kepada seorang siswi untuk menggunakan atribut keagamaan di luar kehendaknya. Karena seharusnya atribut keagamaan itu menjadi ranah individu. Lain ceritanya jika sekolah agama/madrasah yang memang memiliki aturan sendiri,” ungkap Hetifah, Rabu (3/8/2022), di ruang rapat Komisi X DPR RI, Senayan, Jakarta, seperti dilansir laman Parlementaria.

Ditambahkannya, sejatinya tahun 2021, telah terbit SKB 3 Menteri (Menteri Dalam Negeri, Menteri Agama, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi) yang secara prinsip mengatur bahwa peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan berhak memilih antara seragam serta atribut tanpa kekhususan agama, atau seragam dan atribut dengan kekhususan agama. Sayangnya SKB tersebut kemudian dibatalkan.

“Jika betul ada pemaksaan, dapat menjadi tanda bahwa memang regulasi semacam SKB 3 Menteri tersebut perlu kita bahas bersama lagi,” tegasnya.

Politisi Partai Golkar ini berharap penelusuran terkait kasus yang telah diinisiasi oleh Disdikpora DIY tersebut segera menemukan titik terang agar dapat memberikan solusi terbaik.

Diberitakan sebelumnya, siswi kelas X di SMAN 1 Banguntapan, Bantul, DIY, mengaku dipaksa berhijab oleh guru BK di sekolah tersebut. Akibatnya, siswi itu disebut depresi dan sampai mengurung diri. @fen

Baca Juga :  Patuhi Prokes, Tak Ada Yang Jago Hadapi Covid-19

Fendy Sy Citrawarga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Next Post

Catatan Hari Jadi Jabar Dan 11 Bulan Memasuki Masa Akhir Jabatan Gubernur

Kam Agu 4 , 2022
Silahkan bagikanVISI.NEWS |BANDUNG – Hari jadi provinsi Jawa Barat (Jabar) Ke-77 jadi momentum untuk bangkit, mengejar ketertinggalan, serta ketertundaan program prioritas khususnya usai 2 tahun dilanda badai pandemi Covid-19. Menurut Reynaldi, pentingnya mengejar ketertinggalan dan melanjutkan program yang kemudian dianggap prioritas harus dilakukan mengingat masa jabatan Gubernur Ridwan Kamil tinggal […]