VISI.NEWS | BANDUNG – Dalam periode 24 jam yang belum pernah terjadi sebelumnya, komunitas Shiba Inu menyaksikan peristiwa pembakaran koin dalam jumlah besar yang melibatkan hampir 13 juta token SHIB. Ironisnya, alih-alih mendorong harga naik, kejadian ini justru diiringi penurunan nilai SHIB lebih dari 3%. Dua transaksi besar menjadi sorotan, yaitu masing-masing sebesar 5 juta dan 7,5 juta SHIB yang dikirim ke dompet yang tidak dapat diakses atau dikenal sebagai burn address.
Menurut data dari Shibburn, laju pembakaran koin Shiba Inu melonjak drastis hingga 12.833% dibandingkan hari sebelumnya. Anggota komunitas secara kolektif mengarahkan total 13,09 juta SHIB ke alamat pembakaran sebagai upaya mengurangi pasokan yang beredar. Dua transaksi terbesar menyumbang sebagian besar dari angka tersebut, masing-masing membakar 5 juta dan 7,51 juta SHIB dari peredaran.
Sejak awal, dilansir dari coinmarketcap.com, Jumat (27/6/2025), program pembakaran ini dimulai pada tahun 2021, total SHIB yang telah dihancurkan mencapai 410,75 triliun token. Meski begitu, masih ada sekitar 584,53 triliun SHIB yang beredar di pasar kripto global. Ini menunjukkan bahwa walaupun jumlah yang dibakar signifikan, pasokan SHIB masih tergolong besar.
Namun, peningkatan tingkat pembakaran ini tampaknya belum mampu memberikan dorongan harga yang diharapkan. Harga SHIB justru turun dari $0.00001168 menjadi $0.00001124. Analis mencatat bahwa keterbatasan pasokan tidak cukup kuat untuk menahan volatilitas jangka pendek, terutama di tengah volume perdagangan rendah dan sentimen pasar yang belum pulih.
Para pengamat pasar menyatakan bahwa proses pembakaran koin memang memiliki potensi untuk mendukung harga dalam jangka panjang. Namun, tekanan jual saat ini masih tinggi, membuat SHIB terus berada pada kisaran harga yang sama. Hal ini menegaskan bahwa faktor psikologis dan fundamental pasar tetap menjadi penggerak utama harga aset digital.
Di tengah gejolak ini, tim inti Shiba Inu mengeluarkan peringatan penting kepada komunitas. Kepala pemasaran proyek, Lucie, menyampaikan imbauan melalui media sosial agar para investor waspada terhadap koin SHIB palsu. Ia menegaskan bahwa “satu-satunya SHIB yang sah lahir di jaringan Ethereum” dan mengingatkan masyarakat untuk tidak berinvestasi pada token dengan nama serupa di jaringan lain.
Lucie juga menyarankan pengguna untuk memblokir konten mencurigakan dan tidak tergoda oleh penawaran yang tampak terlalu menarik. Menurutnya, momen seperti ini — saat minat publik sedang tinggi karena pembakaran besar — sering dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk meluncurkan penipuan.
Peringatan ini datang pada waktu yang tepat, mengingat meningkatnya perhatian terhadap SHIB di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Risiko penipuan identitas pun meningkat, sehingga tim pengembang merasa perlu menegaskan kembali pentingnya mengikuti saluran resmi dan hanya berinteraksi dengan kontrak yang sudah diverifikasi.
Meski menghadapi tekanan harga dan meningkatnya ancaman eksternal, komunitas Shiba Inu tetap menunjukkan komitmen terhadap proyek ini melalui partisipasi aktif dalam pembakaran koin dan edukasi keamanan. Sinergi antara tim inti dan komunitas diharapkan mampu memperkuat posisi SHIB dalam jangka panjang meskipun kondisi pasar sedang tidak bersahabat.
@uli