Search
Close this search box.

Konferensi Kesejahteraan Hewan 2025 Dibuka Gubernur DKI

COO JAAN Domestic, Drh. Merry Ferdinandez, M.Si, menyampaikan bahwa perubahan nyata dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor. /visi.news/ist

Bagikan :

VISI.NEWS | JAKARTA – Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Dr. Pramono Anung, bersama Yayasan JAAN Domestic secara resmi membuka Konferensi Kesejahteraan Hewan Indonesia Internasional 2025 di Royal Kuningan Hotel, Jakarta, akhir pekan kemarin. Acara ini menjadi konferensi kesejahteraan hewan keempat, sekaligus yang pertama dan terbesar di Indonesia, menghadirkan para ahli, pembuat kebijakan, akademisi, serta aktivis dari berbagai negara untuk memperkuat komitmen nasional dan regional terhadap kesejahteraan hewan.

Sebagai forum strategis, konferensi ini menjadi ruang kolaborasi bagi para pemangku kepentingan dalam berdiskusi dan bertukar pengetahuan terkait kebijakan dan praktik terbaik kesejahteraan hewan. Dengan melibatkan berbagai sektor, konferensi ini diharapkan memperkuat sinergi dalam mewujudkan kebijakan yang berkelanjutan dan humanis di Indonesia.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kebijakan pro-kesejahteraan hewan. Ia menyoroti pengendalian populasi hewan liar secara manusiawi, sosialisasi PERGUB No. 36 Tahun 2025 tentang pelarangan perdagangan daging anjing dan kucing, serta peningkatan edukasi publik mengenai tanggung jawab pemeliharaan hewan. “Kesejahteraan hewan adalah bagian penting dari pembangunan berkelanjutan. Jakarta berkomitmen menjadi kota yang ramah terhadap semua makhluk hidup,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (10/12/2025).

Konferensi yang diselenggarakan bersama FOUR PAWS International ini dihadiri lebih dari 500 peserta dari berbagai negara, termasuk perwakilan Australia, Inggris, Amerika Serikat, Austria, Turki, Thailand, dan Korea Selatan. Instansi nasional seperti Kementerian Pertanian, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kepolisian Republik Indonesia, serta berbagai universitas dan lembaga penelitian turut berpartisipasi.

Selama dua hari pelaksanaan, peserta mengikuti sesi panel, lokakarya, hingga pameran inovasi mengenai isu kesejahteraan hewan domestik, perdagangan daging anjing dan kucing, perlindungan satwa liar, kesejahteraan hewan pekerja, serta praktik peternakan etis. Diskusi-diskusi ini menjadi wadah penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis ilmiah.

Baca Juga :  Mediasi Kedua Denada–Ressa Digelar Hari Ini, Pengadilan Ingatkan Risiko Putusan Verstek

Salah satu momentum penting dalam konferensi ini adalah peluncuran Akademi Kesejahteraan Hewan Indonesia, didukung oleh sejumlah fakultas kedokteran hewan dari universitas terkemuka, seperti Universitas Hasanuddin, Universitas Nusa Cendana, IPB University, Universitas Gadjah Mada, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Padjadjaran. Akademi ini diharapkan menjadi pusat pendidikan dan riset berskala internasional.

Sebagai penyelenggara utama, JAAN Domestic menekankan arti penting konferensi ini sebagai tonggak advokasi kesejahteraan hewan nasional. COO JAAN Domestic, Drh. Merry Ferdinandez, M.Si, menyampaikan bahwa perubahan nyata dapat terwujud melalui kolaborasi lintas sektor. “Kami melihat semakin kuatnya sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam memperjuangkan kesejahteraan hewan di Indonesia,” katanya.

Founder sekaligus CEO JAAN Domestic, Karin Franken, menegaskan bahwa konferensi ini adalah ruang untuk membangun masa depan yang lebih etis bagi semua hewan. “Konferensi ini bukan hanya tentang berbagi pengetahuan, tetapi membangun masa depan di mana setiap hewan dihargai dan dilindungi,” ujarnya, menekankan peran konferensi sebagai pionir dialog regional.

Konferensi tahun ini juga menjadi landasan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin regional dalam isu kesejahteraan hewan. Dukungan pemerintah dan komunitas internasional diharapkan dapat mendorong kebijakan lebih manusiawi dan ilmiah. Drh. Merry Ferdinandez menyampaikan apresiasi kepada FOUR PAWS International dan mitra nasional, menegaskan bahwa sinergi berbagai pihak menjadi fondasi penting bagi kemajuan di bidang ini.

Karin Franken menutup konferensi dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terlaksananya forum internasional ini. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan visi bersama dari seluruh pemangku kepentingan telah berhasil menciptakan ruang dialog yang nyata demi masa depan kesejahteraan hewan yang lebih baik di Indonesia.

Baca Juga :  Hujan Dini Hari, BPBD Laporkan Titik Banjir dan Longsor di Kabupaten Bogor

@uli

Baca Berita Menarik Lainnya :