VISI.NEWS | BANDUNG — Penyelidikan kriminal yang dibuka Departemen Kehakiman Amerika Serikat terhadap Gubernur Minnesota Tim Walz dan Wali Kota Minneapolis Jacob Frey memicu babak baru ketegangan antara pemerintah federal dan pejabat daerah, di tengah memanasnya konflik kebijakan imigrasi di negara bagian tersebut.
Sumber yang mengetahui langsung proses hukum tersebut menyebutkan bahwa penyelidikan difokuskan pada dugaan konspirasi pejabat Minnesota dalam menghambat kinerja agen imigrasi federal. Sejumlah surat panggilan (subpoena) telah disiapkan untuk Walz dan Frey, meski belum ada kepastian apakah dokumen itu telah diserahkan.
Penyelidikan ini muncul setelah pernyataan terbuka Walz dan Frey yang mengkritik pengerahan ribuan agen Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan Patroli Perbatasan ke wilayah Minneapolis atas perintah Presiden Donald Trump.
Merespons kabar penyelidikan tersebut, Gubernur Tim Walz menilai langkah federal itu bermuatan politik.
“Dua hari lalu Elissa Slotkin. Minggu lalu Jerome Powell. Sebelumnya Mark Kelly. Mempersenjatai sistem peradilan untuk menyerang lawan politik adalah taktik otoriter,” kata Walz melalui media sosial.
Sementara itu, Wali Kota Minneapolis Jacob Frey menyatakan penyelidikan tersebut sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah lokal.
“Ini adalah upaya yang jelas untuk mengintimidasi saya karena berdiri membela Minneapolis, penegak hukum lokal, dan warga dari kekacauan serta bahaya yang dibawa pemerintahan ini ke kota kami,” ujar Frey.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat menolak memberikan komentar resmi terkait penyelidikan ini. Namun, Jaksa Agung AS Pam Bondi menegaskan posisi pemerintah federal.
“Pengingat bagi semua pihak di Minnesota; tidak ada seorang pun yang kebal hukum,” tulis Bondi di platform X.
Penyelidikan ini dinilai tidak lazim oleh sejumlah pengamat hukum, mengingat kasus konspirasi pidana jarang didasarkan pada pernyataan kebijakan pejabat publik.
Ketegangan di Minnesota meningkat setelah hampir 3.000 agen federal dikerahkan sejak awal pekan lalu. Kehadiran besar-besaran aparat imigrasi memicu gelombang demonstrasi di Minneapolis, terutama setelah seorang agen ICE menembak mati warga negara AS, Renee Good (37), di dalam mobilnya pada 7 Januari lalu.
Insiden tersebut memicu protes harian yang meluas ke sejumlah kota lain. Walz, meski menyerukan aksi damai, juga mendorong warga mendokumentasikan setiap penangkapan dan interaksi dengan agen ICE.
“Rekaman ini penting untuk akuntabilitas dan kemungkinan penuntutan di masa depan atas pelanggaran aparat,” ujar Walz dalam pernyataan terpisah.
Pemerintah Minnesota dan otoritas kota Minneapolis terus mendesak Presiden Trump menghentikan pengerahan ICE. Mereka menilai operasi deportasi yang dimiliterisasi tersebut membahayakan warga sipil dan sengaja menciptakan ketakutan publik.
Namun, Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyalahkan Walz dan Frey atas meningkatnya bentrokan di lapangan.
“Kami akan menghentikan tindakan mereka dengan cara apa pun yang diperlukan,” tegas Blanche awal pekan ini. @kanaya