VISI.NEWS | BANDUNG – Partai Komunis Vietnam resmi membuka kongres nasionalnya pada Senin (19/1/2026) di Hanoi dengan pengamanan ketat. Agenda utama forum lima tahunan ini bukan hanya menentukan kepemimpinan tertinggi negara, tetapi juga menetapkan arah kebijakan ekonomi dan keamanan Vietnam hingga lima tahun mendatang.
Sebanyak sekitar 1.600 delegasi yang mewakili 5,6 juta anggota partai dari seluruh Vietnam menghadiri kongres yang dijadwalkan berlangsung selama sepekan dan berakhir pada 25 Januari 2026. Selama pelaksanaan kongres, pengamanan diperketat, termasuk pembatasan penggunaan perangkat komunikasi di lokasi pertemuan.
Salah satu fokus utama pembahasan adalah target pertumbuhan ekonomi yang lebih agresif. Dalam rancangan resolusi partai, Vietnam membidik pertumbuhan ekonomi sedikitnya 10 persen per tahun untuk lima tahun ke depan. Target tersebut meningkat signifikan dibandingkan sasaran sebelumnya yang berada di kisaran 6,5 hingga 7 persen dan tidak tercapai pada paruh awal dekade ini.
Selain ekonomi, isu keamanan nasional mendapat penekanan kuat. Rancangan resolusi menempatkan stabilitas keamanan sebagai fondasi pembangunan, seiring meningkatnya ketegangan dan ketidakpastian global. Partai berencana memperkuat kapasitas pertahanan, terutama di wilayah perbatasan, serta meningkatkan peran diplomasi dan sektor pertahanan.
Kongres ini juga akan memilih 200 anggota Komite Sentral Partai Komunis Vietnam. Komite tersebut selanjutnya akan menentukan 17 hingga 19 anggota Politbiro yang menjadi pusat pengambilan keputusan tertinggi negara, termasuk penetapan sekretaris jenderal partai.
Sekretaris Jenderal saat ini, To Lam, diperkirakan tetap memegang posisi terkuat dalam struktur kepemimpinan. Sejak menjabat setelah wafatnya Nguyen Phu Trong pada Juli 2024, To Lam dikenal mendorong reformasi birokrasi besar-besaran dengan memangkas puluhan ribu jabatan aparatur negara demi mempercepat pengambilan keputusan.
Langkah reformasi tersebut berjalan beriringan dengan percepatan proyek infrastruktur dan upaya menarik investasi asing, namun juga diwarnai penguatan aparat keamanan dan pengawasan terhadap ruang publik di negara yang menganut sistem satu partai.
Hasil kongres ini akan menjadi dasar bagi penunjukan presiden, perdana menteri, dan pimpinan parlemen Vietnam, sebelum akhirnya disahkan melalui mekanisme kenegaraan setelah keputusan internal partai selesai. @kanaya