VISI.NEWS | BANDUNG – Rencana Jorge Martin hengkang dari Aprilia Racing di akhir musim 2025 menuai kecaman dari CEO Dorna Sports, Carmelo Ezpeleta. Sikap Martin dinilai berpotensi mengganggu stabilitas bursa transfer pebalap MotoGP.
Meski masih terikat kontrak hingga akhir musim 2026, Martin disebut-sebut telah mengaktifkan klausul khusus yang memungkinkan dirinya keluar lebih cepat apabila gagal menembus papan atas klasemen hingga MotoGP Prancis 2025. Namun karena cedera panjang yang dialaminya, Aprilia meminta masa evaluasi diperpanjang hingga balapan MotoGP San Marino, September mendatang.
Ezpeleta dikabarkan geram karena keputusan Martin dapat memicu efek domino dalam bursa transfer. Jika Martin berpindah ke tim seperti Honda HRC Castrol, maka posisi Luca Marini terancam, sementara Johann Zarco bisa kehilangan peluang bergabung dengan tim pabrikan, dan mungkin akan hengkang dari LCR Honda.
Pihak Aprilia pun disebut sebagai pihak yang paling dirugikan. Selain belum mendapat kontribusi maksimal dari Martin akibat cedera, mereka telah menginvestasikan banyak dana dan sumber daya untuk membangun tim yang kompetitif bersamanya.
Situasi ini membuat posisi Martin dalam sorotan. Jika kepergiannya benar terjadi, Aprilia harus mencari pebalap pengganti yang sepadan di tengah pasar yang semakin kompetitif. @ffr